Diduga Berdiri Tanpa IMB, Bangunan Kos-kosan di Gang Amal Helvetia Resahkan Warga

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
Teks foto : Bangunan kos-kosan di Gang Amal, Jalan Perkutut, Lingkungan 22, Kelurahan Helvetia Tengah, Medan Helvetia, yang diduga berdiri tanpa IMB dan keberadaannya meresahkan warga sekitar
dailysatu.com - Keberadaan bangunan milik pasangan suami istri (pasutri) Roy Situmeang dan Paulina br Pasaribu di Gang Amal, Jalan Perkutut, Lingkungan 22, Kelurahan Helvetia Tengah, Kecamatan Medan Helvetia, membuat resah warga sekitar.

Bagaimana tidak? Menurut warga, bangunan yang kabarnya untuk kos-kosan berlantai empat dan memiliki 52 kamar tersebut berdiri atau menempel di atas pagar tembok yang sudah ada. Warga mengkhawatirkan, bangunan yang nantinya akan diberi nama Paulina Kos tersebut tidak memiliki daya tahan, sehingga bisa membahayakan warga sekitar.

"Kami keberatan dengan pembangunan kos-kosan itu karena membahayakan. Karena akibat pembangunan kos-kosan itu, salah satu rumah warga sudah ada yang retak dindingnya. Rumah saya tepat di belakang bangunan itu. Yang dindingnya menempel dengan pagar rumah saya," ungkap Nurhaini, warga sekitar kepada wartawan, Rabu (3/6/2020).

Dari sepengetahuannya, pembangunan kos-kosan tersebut tak dilengkapi Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB). Bukan hanya itu, sebelum pembangunan, pemilik bangunan tersebut juga tidak meminta persetujuan warga sekitar.

"Sepengetahuan kami, banguna itu tidak memiliki SIMB dari Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Pemilik bangunan juga tidak ada meminta persetujuan dari jiran tetangga," imbuhnya diamini warga lainnya.
Dampak lain yang ditimbulkan dari pembangunan kos-kosan tersebut, sambung warga, rumah warga di Gang Amal jadi sering kebanjiran.

 "Sejak dimulainya pendirian bangunan itu, rumah-rumah warga Gang Amal yang tepat di belakang bangunan itu jadi sering kebanjiran waktu hujan. Penyebabnya, karena tersumbatnya saluran air di Gang Amal menuju parit di Jalan Perkutut," beber warga.

Menurut warga, dari informasi yang mereka peroleh, untuk mendirikan bangunan dalam bentuk perumahan, penginapan, kos-kosan atau lainnya yang berseala tertentu harus disiapkan ruang untuk mengantisipasi pencegahan bila terjadi kebakaran. "Tapi ini tidak ada, maka itu kami sangat keberatan dengan pembangunan kos-kosan itu," tandas warga lainnya.

Maka dari itu, warga meminta Komisi D DPRD Medan agar meninjau lokasi tersebut dan merekomendasikan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Cq Walikota Medan, agar membongkar bangunan tersebut.
Terkait hal itu, Kasatpol PP Medan, M Sofyan yang dikonfirmasi wartawan via seluler, mengaku akan memerintahkan anggotanya untuk mengecek kebenaran hal itu, Kamis (4/6). "Besok (hari ini) segera kami cek, apakah sudah ada atau belum surat permintaan penindakan dari Dinas Perumahan, Pemukiman dan Tata Ruang (Perkimtaru)," jawabnya singkat. (Romi)
Share:
Komentar

Berita Terkini