Data PBB Di Bapenda Labuhanbatu Carut Marut

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
Teks foto : Poto kantor Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Labuhanbatu (Zulkifli Harahap, SH)
dailysatu.com - Data Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Labuhanbatu carut marut. Pasalnya, Badan Pendapatan Daerah tersebut diduga tidak memiliki data yang akurat tentang pendapatan daerah terkait temuan media ini di salah satu daerah Kabupaten Labuhanbatu tepatnya di Desa Tebing Linggahara Baru, Kecamatan Bilah Barat yang disebut dikuasai pengusaha bernama Aheng.

Husni Ritonga Kepala Bidang (Kabid) Badan Pendapatan Daerah saat dikonfirmasi wartawan, Jum'at (05/06/20) sekira pukul 10:08 wib diruang kerjanya terkait temuan tersebut, pengusaha Perkebunan kelapa sawit diduga kuat 'membungkus' nama-nama fiktip data dalam PBB perkebunan itu.
"Data PBB yang sama kami itu data warisan. Kenapa saya bilang data itu warisan, karena itu ada penyerahan dari KPPT Pratama pada tahun 2014 Data PBB nya diserahkan sama kami full 9 kecamatan flus orang-orangnya, flus dengan beberapa tagihannya perbulan. Jadi, setelah kita check datanya itu tahun 2006 dan data tahun 2006 berkasnya aja tidak ada sama kami. Kalau abang mau check KTP nya itu ke kantor KPPT Pratama, karena itu penyerahannya tahun 2014,"ucapnya.

Ketika disinggung mengenai pengawasan Badan Pendapatan Daerah terkait perubahan nama dalam PBB tidak maksimal. "Perubahan nama PBB itu kalau yang bermohon tidak melakukan perubahan, kita tidak punya hak untuk melakukan perubahan. Kami menguncinya ketika dia mau perubahan data,"jelas Husni.

Husni juga menambahkan, Bapenda akan menagih tunggakan PBB yang belum dibayarkan dan mengupayakan melakukan pendataan-pendataan ulang.
Dan beberapa, metode-metode tambahan anjuran pihak pemeriksa untuk palidasi data.(ds/Zulharahap)
Share:
Komentar

Berita Terkini