Terkait Pasien Positif Hasil Rapid Test di Humbahas, Dinkes dan RSUD Terkesan Tertutup

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
Teks foto : Data Covid-19 di Humbahas per 12 Mei 2020.
dailysatu.com - Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dalam hal ini Dinas Kesehatan dan RSUD Doloksanggul yang mengumumkan ada pasien yang positif hasil dari pemeriksaan rapid test terkesan tertutup dan tidak detail memberikan informasi mengenai kasus tersebut.

Akibatnya, hingga kini jumlah OTG, ODP, PDP di Humbang Hasundutan menjadi tanda tanya.

Kepala Dinas Kominfo Humbang Hasundutan yang merangkap sebagai juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, Hotman Hutasoit saat dikonfirmasi wartawan, membenarkan adanya pasien positif dari hasil rapid test.

Dia menjelaskan, bahwa kasus pasien yang positif itu merupakan hasil pemeriksaan dari rapid test yang dilakukan oleh pihaknya, yakni RSUD Doloksanggul.

"Ya, kalau rapid test ada yang positif," kata Hotman saat dihubungi wartawan, Kamis (14/5/2020).

Namun, kata hotman, tidak ada informasi mengenai jenis kelamin dan usia dari hasil rapid test dari pihak Dinas Kesehatan dan RSUD Doloksanggul.

"Terkait jenis kelamin, umur dan tanggal berapa dilakukan, belum ada dikasih datanya," katanya.

Terkait informasi itu lagi, pihaknya juga sudah berulang kali meminta. Hingga sampai-sampai informasi itu dibawa oleh dirinya ke rapat OPD yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Humbahas, Tonny Sihombing, Kamis (14/5/2020) tadi.

"Sudah kita WA Kadis Kesehatan dan RSUD dan kita telepon, tapi tidak dibalas, hingga sampai kita bawa ini ke rapat OPD," bebernya.

Untuk diketahui, sejak dibentuknya tim gugus percepatan penanganan Covid-19 di Humbang Hasundutan, pemerintah setempat tidak pernah melakukan gelar konfrensi pers tatap muka dengan awak media.

Malahan, pemerintah ini hanya memberikan informasi terkait Covid-19 melalui laman Pemerintah Humbang Hasundutan. Dan itupun, menjadi pertanyaan, sebab dalam situs web milik pemerintah ini terkait penanganan Covid-19, tidak ada data yang positif per 12 Mei 2020.

Pada laman tersebut, hanya dicantumkan jumlah kasus Covid-19, diantaranya, OTG 12 orang, ODP 2 Orang, PDP 0, Positif 0.

Menanggapi ini, Anggota Komisi A DPRD Humbahas, Guntur Simamora menyesalkan sikap pemerintah yang minimnya penyampaian informasi kepada awak media.

Menurut Politisi Partai Perindo itu, pemerintah harusnya menyampaikan informasi yang jelas mengenai jenis kelamin, umur dan riwayat perjalanan pasien hasil dari pemeriksaan rapid test.

Hal itu, agar masyarakat dapat hati-hati, karena bukan berstatus ODP atau PDP, tetapi berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) juga bisa dinyatakan positif. Selain itu, masyarakat juga dapat pemahaman mengenai hasil pemeriksaan rapid test.

"Penyakit ini bukan aib yang harus ditutup-tutupi, tapi dengan mengumumkan, jenis kelamin, umur dan riwayatnya, masyarakat tahu dan berhati-hati. Karena, bukan kasus ODP, PDP yang kena, bisa saja orang tanpa gejalapun kena. Dan hasil rapid test bukan menentukan bahwa 100 persen terpapar Covid-19, sebelum hasil swab," imbuhnya.(ds/carlos)
Share:
Komentar

Berita Terkini