Pengusaha Property Siantar Diduga Serobot Tanah Milik Pemerintah

Dibaca:
Editor: Heri dailysatu author photo
Teks foto : Saat meninjau ke lapangan bersama penguluh Pematang Simalungun Mangihut Manik, SH
dailysatu.com - Warga yang berada Desa Dolok Marlawan dan Desa Pematang Simalungun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun merasa resah dengan pembangunan tembok yang dilakukan pengusaha property asal Kota Siantar berinisial J yang diduga merampas tanah milik pemerintah di Jalan Speksi saluran irigasi sepanjang lebih kurang 300 m x 2 m.

Menurut Kepala Desa Pematang Simalungun Mangihut Manik SH kepada wartawan, Selasa (12/5/2020) bahwa awalnya pihak pemerintah Kabupaten Simalungun yang berwenang pihak dari Dinas Pengairan, badan pertanahan (BPN) bagian perijinan dan Sapol PP tidak memberikan ijin untuk mendirikna pagar secara permanen di Jalan speksi saluran irigasi yang akan mengairi ratusan hektar areal persawahan di beberapa desa.

Setelah berselang beberapa waktu, pihak pengusaha property  menembok secara permanen jalan speksi saluran irigasi yang berada di dua desa itu. Walau pihaknya bersama masyarakat telah melarang, namun pihak pengusaha tidak menggubris seolah-olah kebal hukum.

Kades Pematang Simalungun itu juga merasa bingung karna sampai saat ini dierinya tidak pernah mengeluarkan selembar surat pun  tentang pembangunan tembok saluran irigasi itu, apa lagi untuk rekomendasi ijin atau surat silang sengketa.

Sementara itu, Kepala Desa Dolok Marlawan Boru Ambarita ketika dikonfirmasi dailysatu.com  via selulernya, Selasa (12/5/2020) mengaku telah menerima surat keberatan dari warga masyarakat setempat  tentang penembokan jalan speksi saluran irigasi di daerahnya.

Menurutnya, bangunan tembok tersebut hingga saat ini belum memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).

Kepala Dinas PSDA Kabupaten Simalungun Budiman Silalahi ketika dikonfirmasi dailysatu.com, Selasa (12/5/2020)  via selulernya tidak berhasil.

Sedangkam Kepala Dinas Pembangunan Izin Terpadu(FIT) Pahala Sinaga mengatakan IMB pembangunan tembok pagar tersebut masih dalam proses. (Erwin Sinulingga)
Share:
Komentar

Berita Terkini