Pemkab Humbahas Dinilai Tidak Perhatikan Rutan Doloksanggul Dalam Antisipasi Covid-19

Dibaca:
Editor: Heri dailysatu author photo
Teks foto : Kepala Rutan Kelas IIB Doloksanggul, Revanda saat Menyampaikan Keterangan Pers Terkait Pemulangan 131 Napi April lalu.
dailysatu.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Humbang Hasundutan (Humbahas), dinilai belum memperhatikan hak kesehatan petugas dan narapidana didalam rumah tahanan negara (Rutan) kelas IIb didaerah itu. Itupun, perhatian pemerintah ini hanya melakukan penyemprotan sekali kedalam rumah tahanan ini.

Kepala Rutan Kelas IIb Doloksanggul Revanda, kepada wartawan, mengatakan, bahwa sejak Covid-19 ini, pihaknya tidak pernah mendapat perhatian kesehatan maupun bantuan lainnya dari tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Daerah. Dan itupun, hanya melakukan sekali penyemprotan disinfektan ke tiap-tiap sel dan ruangan.

"Sekali pernah menyemprot kedalam rutan tapi itupun mereka lakukan udah telat ketika kita juga sudah melakukan nya sendiri. Dan, kemudian melaporkan keatasan barulah besoknya team dari BPBD Pemkab Humbahas muncul untuk melakukan penyemprotan didalam rutan pak," ungkap Revanda.

"Lain dari pada itu tidak pernah pak termasuk bantuan APD, koordinasi atau apapun juga tidak pernah kami terima pak," ungkapnya kepada wartawan, Jumat (22/5/2020) via WhatsApp.

Selama ini, sambungnya, pihaknya melakukan pemeriksaan kesehatan dengan cara-cara sendiri sesuai SOP sesuai surat Kemenkumham bernomor PAS-OT.02.02-17.

Dia menyebut, melakukan pembuatan bilik sterilisasi dari fiber plastik dengan bahan kimia dari dettol, penyemprotan disinfektan dengan bahan kimia lysol conceentre. Disamping obat-obatan yang telah tersedia.

Terkait APD, sambung dia, pihaknya memakai alat baju dari bahan parasut dengan pelindung kepala memakai dari bahan plastik.

Rutan Kelas IIb ini yang jumlah penghuninya 529 orang telah melebih kapasitas 480 orang, juga menghadapi masalah pemeriksaan kesehatan yang harus melayani masalah kesehatan seluruh warga binaan.

Jumlah tersebut, yang juga sudah termasuk tambahan lima binaan dari Rutan Brandan, hanya ditangani satu medis dari Poltekes Kemenkes Siantar. Itupun karena diangkat menjadi tenaga honorer oleh Kepala Rutan Kelas IIb sendiri.

"Sementara tenaga medis kita hanya satu, itupun tenaga honorer yang kita angkat dari Poltekes Kemenkes Siantar," ungkapnya.

Meski demikian, Revanda berharap, kiranya pemerintah daerah memberikan perhatian berupa bantuan kesehatan dan tenaga medis. Dirinya juga mengaku cemburu melihat kepala daerah lain yang memberikan perhatian bantuan kesehatan maupun tenaga medis.

"Padahal, di Lapas Siborong-Siborong Rutan Tarutung, Rutan Balige dll, banyak Kepala Daerahnya yang perhatian dengan Lapas/Rutan pak," ucapnya.(ds/carlos)
Share:
Komentar

Berita Terkini