Ingin Terdaftar Penerima Bansos, Ratusan Warga Medan Tak Peduli Perwal Karantina Kesehatan

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com - Teriknya Matahari tak membuat surut semangat warga Kota Medan untuk mendaftarkan diri mereka sebagai penerima bantuan dari Pemko Medan.

Terlihat didepan Kantor Dinas Sosial di Jalan Pinang Baris Medan, Rabu (13/5/2020) ratusan warga Medan mendaftarkan diri mereka kepada petugas Dinas Sosial. Akan tetapi sangat disayangkan, para warga ini sudah tidak lagi meperdulikan Protokol kesehatan, dengan menjaga jarak dan menggunakan masker. Mereka malah berdesakan untuk bisa mempercepat urusan mereka.

Kedatangan ratusan warga Kota Medan itu agar bisa didata sebagai penerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.

Meski Petugas Dinas Sosial dan Kepolisian terus mengimbau masyarakat yang datang untuk tidak berdesakan dan segera kembali setelah data diserahkan, tetap tidak dipedulikan warga.

"Jangan ada yang merapat tanpa pakai masker, segera pulang ke rumah setelah data diberikan, tidak ada penyerahan sembako di sini," kata petugas Kepolisian yang bertugas dilokasi, melalui pengeras suara.

Salah seorqng warga Kecamatan Medan Sunggal, Erni, datang ke Kantor Dinas Sosial agar dirinya bisa terdata dan terdaftar sebagai penerima bantuan sosial. Dirinyapun menyerahkan foto copy KK dan KTP kepada petugas Dinas Sosial.

"Katanya pendataan ini untuk bansos yang Rp.600 ribu per bulan," ujarnya.

"Di mana ada informasi pembagaian sembako pasti saya datangi, karena memang lagi susah," ujarnya.

Jemput Bola

Terpisah, Anggota Fraksi Hanura DPRD Medan, Hendra DS, sangat menyayangkan sikap warga dan Pemko Medan. Harusnya Pemko Medan bisa menjemput bola agar tidak terjadi hal seperti itu.

"Luar biasa kacaunya. Harusnya pemko jemput bola utk pendataan bansos degan memanfaatkan kepling sebagai ujung tombak. Mereka bisa mengupdate data warganya dan mengumumkan nama penerima bansos di Kelurahan, sehingga yg blm terdata bisa juga terlihat," sebutnya.

Menurutnya, dikhawatirkan kondisi seperti di Kantor Dinsos tersebut akan memperluas penyebaran virus Corona. Pihaknya juga masih menunggu data penerima bansos dari Plt Walikota Medan.

" Kita berharap kerumunan massa di Kantor Dinsos tak terulang lg. Karena sama saja dngan mengabaikan Perwal. Artinya, jangan kita yangvbuat, kita pula yang melanggar. Sepertinya tak ada management utk pendataan ini. Yang kita khawatirkan, yang tak menerima bantuan nanti akan menimbulkan gejolak baru," tegas Hendra.

Sementara, Kadis Sosial Kota Medan, Endar Sutan Lubis, dikonfirmasi melalui pesan singkat whatssap, hingga berita ini diturunkan tidak ada jawaban.(ds/lilik)
Share:
Komentar

Berita Terkini