Gawat..Kepala Dusun Potong BLT Rp 500 Ribu/ KK

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
Teks foto : Ilustrasi
dailysatu.com - Walaupun pemerintah telah menghimbau kepada aparat kecamatan, desa dan dusun agar jangan coba - coba memotong anggaran yang diberikan kepada masyarakat. Namun, masih ada beberapa oknum dengan berbagai alasan memotong uang bantuan tunai langsung (BLT) yang diterima warga, lantaran terdampak pandemig virus corona ini.

Seperti yang dilakukan oleh Kepala Dusun (Gamot) lV, Nagori Karang Bangun, Kecatan Siantar, Kabupaten Simalungun Ngatiman yang tega memotong bantuan langsung tunai  yang bersumber dana dari dana desa ke setiap warga yang kurang mampu.
 
Bantuan langsung tunai sesuai peraturan pemerintah setiap KK Rp 600.000, di Desa Karang Bangun oknum Gamot meminta Rp 500.000 kepada warga penerima bantuan yang telah bertanda tangan di kantor Kepala Desa, Juumat (22/5/2020).

Menurut warga penerima bantuan yang enggan namanya dimuat kepada wartawan, Kamis (28/5/2020) di Kantor PWI Simalungun mengatakan,  cara  kadus memotong dana BLT tersebut dengan mencegat warga yang telah mengambil BLT ditengah jalan dan uangnya diminta Rp 500.000 dengan alasan untuk membeli sembako untuk dibagi-bagi kepada masarakat.

Kepala Desa Karang Bangun Suparlan ketika dikonpirmasi dailysatu.com, Rabu (27/5/2020) via seluler pihaknya mengatakan sudah mendengar masalah itu, tapi itu pribadi masing-masing warga karena dari kantor warga penerima bantuan menerima Rp 600.000 jadi bukan tangung jawab desa.

Sementara itu, Camat Siantar Daniel Silalahi SSTP ketika ditanya mengatakan, saat ini warga Desa Karang Bangun sedang berada di kantor Camat mengadukan masalah tindak tanduk para gamot Desa Karang bangun. 

Sebagai camat dia menghimbau kepada masarakat miskin yang jadi korban, membuat surat pernyataan keberatan atas perbuatan gamot.

Camat juga kesal kepada aparat desa yang sudah mengadu kekantor pangulu tidak ditanggapi.

Masyarakat Nagori Karang Bangun sangat mengharapkan agar yang diambil gamot itu dikembalikan kepada mereka.(Erwin Sinulingga )
Share:
Komentar

Berita Terkini