Diintimidasi Saat Reses, Anggota DPRD Sumut Pertanyakan Sat Pol PP Taput

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
Teks foto : Anggota DPRD Sumut, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, saat memberikan keterangan kepada wartawan.
dailysatu.com - Anggota DPRD Sumatera Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, yang akrab disapa JTP, merasa diintimidasi oleh anggota dari Sat Pol PP dan beberapa Camat Pemkab Tapanuli Utara (Taput), saat melakukan tugas Masa Reses II di Taput. Reses sejumlah anggota DPRD Sumut dilakukan selama 6 hari, mulai 10 Mei hingga 15 Mei 2020.

Jonius Taripar Hutabarat, politisi dari Partai Perindo ini, kepada sejumlah wartawan di Tarutung, Rabu (13/05/2020) mengatakan, hal yang tidak lazim dialaminya ketika Ia sedang melakukan tugas Reses II, Anggota DPRD Sumut Dapil 9, di Desa Hutabarat Sosunggulon Kecamatan Tarutung, pada Selasa (12/05/2020).

Saat itu, Taripar Hutabarat memberikan bantuan masker dan bantuan lainnya kepada masyarakat di desa tersebut. Tidak lama kemudian sejumlah anggota Satpol PP Taput, menghampirinya dan menanyakan acara apa yang sedang dilakukan.

Ia lalu menunjukkan surat tugas dari lembaga DPRD Sumut, serta memberikan surat keterangan pemeriksaan kesehatan virus Corona (Covid-19) dari Dinas Kesehatan Provinsi  Sumut kepada si oknum itu.

Taripar Hutabarat menjelaskan, surat resmi untuk Reses II di Taput sebagai dapilnya, telah disampaikan kepada Gugus Tugas Covid-19 Taput dari lembaganya. Namun ia merasa diintimidasi oleh oknum Camat Garoga sejak hari pertama melaksanakan tugas reses. Itu dibuktikannya saat ia dipantau dan diawasi oleh Camat dan Satpol PP.

"Jangan memantau dari jarak jauh, datang aja bergabung dengan kita. Kita resmi kok dari lembaga. Mereka aparat pemerintah, kita juga sama sebagai aparat pemerintah. Mari kita duduk bersama," ujar Taripar Hutabarat.

Taripar Hutabarat juga menyayangkan pernyataan dari Ketua MUI Taput dan Ketua DPRD Taput di beberapa media yang menyebut seolah-olah salah dan tidak boleh melakukan kegiatan reses ini.

"Saya telah tiga hari berturut-turut diintimidasi. Hari ini, tidak tau apalagi yang akan dilakukan pada saya. Ini ada apa? Hanya di Taput terjadi yang begini," imbuhnya.

Taripar Hutabarat menegaskan, dirinya datang bukan sebagai JTP, melainkan sebagai anggota DPRD Sumut untuk menampung aspirasi rakyat dan melihat langsung kondisi masyarakat.

"Karena saya resmi anggota DPRD Sumut dan membawa surat resmi. Namun karena saya merasa diintimidasi, berarti ini sudah menghina lembaga DPRD Sumut. Masalah ini akan kita bawa nanti ke lembaga," tegas Taripar Hutabarat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satpol PP Pemkab Taput, Rudi Sitorus, saat dikonfirmasi dailysatu.com mengatakan, Sehubungan dengan kunjungan Bapak Jonius Taripar Hutabarat di Taput, sebagai Tim Gugus Tugas Covid-19 Taput, Sat Pol PP hanya  melakukan pengawasan agar kegiatan beliau mematuhi ketentuan protokol kesehatan.

"Apalagi beliau datang dari zona merah Medan penyebaran virus Corona. Kita tidak arogan dan ingin mempermalukan beliau. Kita hanya menjalankan tugas demi kesehatan dan keselamatan masyarakat Taput," jelas Rudi Sitorus. (ds/Bisnur Sitompul)
Share:
Komentar

Berita Terkini