Bupati Labuhanbatu Tolak Pemberian Parsel Dari Wartawan

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
Teks foto : Poto wartawan saat hendak memberikan parsel ke Pendopo
dailysatu.com - Pasca pemberian parcel kepada Bupati Labuhanbatu oleh sejumlah wartawan sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri di Pendopo rumah dinas, Sabtu (23/5/2020) jadi perbincangan.

Parcel  yang dibeli dengan cara tek-tekkan atau patungan dari uang pribadi wartawan itu diberikan kepada bupati sebagai bentuk kepedulian wartawan kepada orang nomor satu di Kabupaten Labuhanbatu yang notabennya berpenghasil karet dan sawit dan pemberian parsel tersebut orang nomor satu tersebut menolaknya.

Dijelaskan Buyung yang pada waktu mengantarkan parcel tersebut kependopo Bupati tidak dapat ditemui. Namun, dari petugas Satpol PP yang bertugas disana, parcel ditolak dan diminta agar dibawa kembali dari dalam  pagar rumah dinas orang nomor satu itu.

"Parcel itu ditolak Bupati, beliaupun tidak dapat ditemui, padahal kami memberikannya karena peduli dan ingat kepada Bupati, dengan harapan, dia juga ingat dan peduli kepada kami wartawan" Ujar Ir.Syafrizal ketua organisasi wartawan, Singa Pers Labuhanbatu Ir.Syafrizal yang akrab disapa Buyung.

Terpisah, Hasanuddin memberikan apresiasi kepada Pemkab Labuhanbatu yang telah memberikan bantuan uang tunai Rp 300 ribu kepada wartawan terdampak Covid 19 melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Pemkab Labuhanbatu.

"Kita apresiasi kepedulian Pemkab Labuhanbatu yang memberikan bantuan dampak Covid 19 kepada wartawan sehari sebelum Lebaran, namun menjadi pertanyaan kami, dana tersebut sumbernya dari mana?" ujar Hasanuddin

Terpisah, Rajid Kadiskominfo Labuhanbatu kepada wartawan via pesan wa nya menerangkan, Kamis (28/5/2020) bahwa dana tersebut bersumber dari APBD Labuhanbatu Tahun Anggaran 2020.

Dijelaskannya, bantuan untuk wartawan itu merupakan dana bantuan sosial dampak covid 19 dari APBD, sedangkan dana silaturrahmi kepada wartawan yang diagendakan tiap tahun yang dilakukan sebelum lebaran dihapus karena pandemi Covid 19. "Refocusing ke Bantuan Tunai Langsung, jadi di hapus karena covid," ujarnya menjawab wartawan.(ds/Zulharahap).
Share:
Komentar

Berita Terkini