Pemilik Senjata Yang Menewaskan Bripda DS Dimutasi

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com - Tragedi yang menimpa Bripda DS yang tewas terkena peluru dari senjata milik Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara Ajun Komisaris Besar Polisi Bagus Suropratomo Oktobrianto yang di pegang oleh Ajudannya Bripda DI akibat dari kelalaiannya, Minggu (29/03/2020).

Kini Wadir Ditkrimsus Ajun Komisaris Besar Suroprautomo di mutasi Oleh Kapolri Jendral Polisi Idam Azis menjadi Perwira Menengah (Pamen), Badan Pemeliharaan dan Keamanan (Baharkam) Polri yang ditanda tangani oleh Kepala Biro Bina Pembinaan Karir Brigadir Jenderal Polisi Dedy Prasetio.

Dalam surat telegram rahasia Kapolri nomor: ST 1233/IV/KEP/2020, tertanggal 17 April 2020 itu, Bagus Suropratomo Oktobrianto dimutasi dari jabatan awalnya. Dari Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara menjadi perwira menengah (Pamen) Badan Pemeliharaan dan Keamanan (Baharkam) Polri.

Jabatan yang ditinggalkan Bagus dipercaya kepada Ajun Komisaris Besar Polisi Patar Silalahi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Reformasi Birokrasi Polisi Biro Perencanaan umum dan Anggaran Polda Sumatera Utara.

Kepala Polda Sumatera Utara Inspektur Jenderal Polisi Martuani Sormin dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp, membenarkan mutasi jabatan terhadap Bagus Suropratomo Oktobrianto.

Menurut jenderal bintang dua ini, mutasi itu bukan dikarenakan senjata miliknya menewaskan Bripda DS. Itu hanya kegiatan rutin.

"Benar, tidak ada kaitannya yang bersangkutan dengan kasus tersebut. Dia sudah lebih dua tahun jadi Wadirreskrimsus Polda Sumatera Utara, jadi itu mutasi rutin saja," kata ungkapnya, Senin (20/4/2020).

Sebagaimana diketahui, Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan menetapkan Bripda DI sebagai tersangka karena menewaskan Bripda DS. Pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan dan Pasal 359 KUHPidana tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain kehilangan nyawa, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.(FD)
Share:
Komentar

Berita Terkini