Pasien Yang Meninggal di RSUD Aek Haruaya, Asal Desa Ujung Padang Belum Positif Corona

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com- Terkait pasien yang meninggal di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Aek Haruaya, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara asal Desa Ujung Padang, belum positif Corona.

Keterangan tersebut di sampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Virus Covid 19 Lailar Rusdi lewat telpon seluler, Selasa (14/04/2020).

Menurutnya pasien tersebut terakhir setatusnya adalah pasien Dalam Pengawasan, bukan berati sudah positif Corona.

Di jelaskannya, di tanggal (25/03/2020) pasien yang meninggal tersebut sebelumnya adalah pelaku perjalanan dari kota Medan inisial SHS umur 19 tahun jenis kelamin perempuan pelajar di salah satu pesantren di Medan

Setelah sampai ke desanya yang bersangkutan mengunjungi bidan dengan keluhan batuk batuk.

Setelah itu, pihak kesehatan dengan tanggap menyarankan untuk isolasi mandiri di rumahnya. Kemudian di tanggal (27/03/2020) saat masih isolasi yang bersangkutan mengalami demam tinggi.

Hingga tanggal (04/04/2020) keluhannya bertambah, ada rasa nyeri hebat di kepalanya, dan waktu itu dia berobat di RSUD Aek Haruaya.

Selama satu malam dirawat yang bersangkutan meminta untuk pulang, karena menurutnya sakitnya udah berkurang, sehingga langsung pulang.

Kemudian tanggal (09/04/2020) pasien tersebut di rujuk ke RSUD oleh salah satu Dokter di Gunung Tua dengan keluhan sakit kepala, mual dan buang air besar dan kecil tidak bisa. Setelah di periksa dan di lakukan revittest.

Saat itu pasien tersebut baru di tetapkan sebagai orang dalam pengawasan (ODP) dari pihak kesehatan.

Setelah agak mendingan yang bersangkutan kembali lagi di rawat di rumahnya.

Kemudian tanggal (13/04/2020) keluhannya kumat lagi dan bertambah. Kepala desa melapor ke kecamatan sehingga pihak kecamatan beserta forkopincam menjemputnya ke rumahnya.

Saat itu dengan berbagai upaya dilakukan pihak Forkopincam termasuk memberikan pengertian dan koordinasi ke pada si orang tua korban.

Setelah sepakat, dalam koordinasi tersebut yang bersangkutan dibawa lagi ke RSUD Aek Haruaya lebih kurang jam 01.00 wib malam, namun setelah sorenya pasien tersebut tidak bisa ditolong lagi dan akhirnya meninggal.

Dan saat itu tanggal (13/04/2020) baru setatusnya di naikkan menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Nah kata Lailar, status PDP bukan berarti positif Corona. Karena saat itu baru di ambil cairan tubuhnya untuk di kirim ke Medan dari Medan ke Jakarta.

Kepastian negativ dan positifnya kata Lailar masih menunggu dari hasil lef di Jakarta. Melalui media ini, Lailar Rusdi berpesan bahwa semua masyarakat pada umumnya derah Kab Paluta ini tak usah khawatir.

Sementar direktur RSUD Aek Haruaya Dr Anita Syaprida Lubis juga menyampaikan hal yang sama, beliau menambahkan saat ini masyarakat sementara mengikutilah dulu apa yang sudah men jadi anjuran dari pemerintah. Karena dengan begitu tentu kita semua akan terhindar dari yang namanya wabah wabah penyakit seperti covid-19 ini.(Malik)
Share:
Komentar

Berita Terkini