Hidup Digubuk Tak Layak Huni, Warga Marelan Ini Butuh Perhatian Pemerintah

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com - Sunggu miris dan menyedihkan melihat kondisi kehidupan yang dialami Lukman Saragih (35).

Pasalnya,Lukman beserta tiga anaknya  hidup disebuah gubuk yang tidak layak huni di Jalan Durung 3 Andansari, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan.

Kondisi ini diperparah, dengan keadaan ekonomi Lukman yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan tempat tinggal mereka menumpang digubuk milik keluarganya. Untuk memberi makan tiga anaknya, Lukman kadang menunggu belas asih warta sekitar.

"Saya cuma menumpang pak di sini, karena tidak ada yang bisa kami tempati jadi saya menumpang di rumah kakak Ipar," kata Lukman, Sabtu (18/04/2020).

Sedang gubuk yang ia tempati berdinding tepas disulam dengan tepas lainnya, beratap daun rumbiah dan saat musim hujan seperti ini sesekali menembus turun dalam ruang rumah itu.

"Ya seperti ini lah kondisi tempat kami berteduh, kalau musim hujan terpaksa kami mencari tempat yang gak bocor untuk tidur," cetusnya.

Lukman berusahan menghidupi ketiga anaknya sendiri, karena sang  istrinya Nir Fatiar Hutabarat (35) merantau di Malaysia dan bekerja sebagai pembantu di Panti Jumpo. Namun, sudah dua bulan tidak ada kabar beritanya.

"Istri saya merantau bang ke Malaysia, tetapi sudah dua bulan ini tidak ada kabar beritanya bang,anak anak saya tiap hari nanyakin ibunya saja. Terakhir dia lari dari pekerjaannya karena tidak di gaji sama majikannya selam dua bulan, saya tidak tau bang harus berbuat apa bang," ungkapnya.

Lukman mengaku dirinya tidak perna menerima bantuan dari pemerintah, apa pun bentuk bantuan tersebut.

"Tidak ada bantuan untuk saya dan keluarga bang, anak saya putus sekolah karena tidak sanggup bayar uang sekolah bang,pekerjaan saya hari hari kadang ada kadang tidak ada bang,terkadangpun kami tidak makan bang,"tutup Lukman.

Dalam kesempatan ini, Lukman berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk keluarganya.

"Saya hanya berharap, adanya bantuan dari pemerintah untuk keluarganya. Apalagi kondisi saat ini, cukup sulit saya mencari pekerjaan bang. Kadang saya sampai menangis melihat kondisi anak - anak yang masih kecil - kecil," harapnya.(Heri)
Share:
Komentar

Berita Terkini