Sampah Terlihat Menumpuk di Pelabuhan Perikanan Belawan

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com -  Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB), yang merupakan salah satu pelabuhan terbesar di sektor Perikanan di Sumatera Utara.

Namun pada kenyataannya , pelabuhan ini dinilai kumuh, jorok dan diduga kolam Pelabuhan Perikanan nya telah tercemar cairan limbah yang berasal  dari pengelola ikan.

Selain itu juga ,diduga akibat  kurangnya pengawasan, penataan pelabuhan, baik dari segi fasilitas sarana dan prasarana dinilai s lemah sehingga para pengusaha dapat bebas membuang hasil limbah dan sampahnya kelaut.

Selain itu, diduga bau busuk yang ditimbulkan dari sampah dan cairan limbah hasil pengolahan ikan di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan yang telah cemari kolam Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan

Menurut Iwan seorang pekerja saat ditemui mengatakan, hingga saat ini dia tidak mengetahui lokasi atau pun fasilitas IPAL (Instalasi pembuangan limbah) dikawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan. Dengan tidak adanya lokasi IPAL tersebut sehingga bau busuk selalu tercium di Pelabuhan Perikanan.

" Kita mengharapkan kepada petugas di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB) segera mengambil langkah tegas terhadap para pengusaha ikan yang telah diduga mencemari air laut dan membuang sampah kelaut, sehingga dapat memberikan efek jera bagi para pengelola ikan di Pelabuhan Perikanan ini.Kedepannya  mari kita bersama - sama menjaga kelestarian alam disekitar Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan," harap Iwan.

Sedangkan Thomson A Hutahaean SH selaku Ketua DPW Wahana Lingkungan Alam Nusantara (Walantara) Sumut, sangat mendukung dengan upaya tindakan tegas dari petugas Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan kepada para pengelola ikan di Gabion ini yang tidak menjaga alam sekitar Pelabuhan Perikanan Belawan.

Lanjut Thomson, informasi adanya dugaan pembuangan limbah cair dari pengusaha pengelolah ikan di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan  tidaklah dibenarkan.

"Apa lagi ini berdampak dengan pencemaran lingkungan, dan limbah tersebut akan merusak biota laut lainnya sehingga berdampak juga kepada penghasilan nelayan kecil yang dikarenakan limbah tersebut dibuang ke laut tanpa proses penyaringan sesuai dengan standar PH yang di perbolehkan.Andai tetap para pengelolah ikan tersebut tidak mengindahkan dan tetap membuang limbah cair nya ke laut tanpa proses standarisasi.Maka kami DPW Walantara Sumut akan bertindak dan melaporkan ke Poldasu dan DLH Sumut bagi siapa pun oknum atau pengusaha yang dengan sengaja mencemari lingkungan," ucap Thomson. (Heri)
Share:
Komentar

Berita Terkini