Poldasu Gulung Jaringan Narkoba International, Satu Pelaku Ditembak Mati

Dibaca:
Editor: Heri dailysatu author photo
dailysatu.com – Dit Narkoba Polda Sumatera Utara berhasil menggulung dua kelompok sindikat narkoba International.

Sindikat pertama melibatkan jaringan Malaysia- Riau-Tapanuli Bagian Selatan.

Sindikat kedua, jaringan Malaysia-Aceh- Medan. Hal ini dijelaskan dalam pres rilisnya yang digelar di RSU Bhayangkara Medan Jaan Wahid Hasyim, Senin (07/03/2020).

Dari pengungkapan dua sindikat ini, Polda Sumut menyita 22,5 kg sabu dan 11 ribu butir pil ekstasi. Selain menyita sejumlah barang bukti, polisi juga mengamankan tujuh orang tersangka.

Satu diantaranya tewas ditembak polisi karena melawan saat dibawa dalam penyelidikan mendalam dan seorang lagi buron.

Ketujuh tersangka yang berhasil diamankan masing-masing berinisial, RTS, FAJN, MR, MJ, SF dan MY serta ZI (tewas). Sedangkan tersangka H melarikan diri dan kini menjadi buronan polisi.

Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin mengatakan, penangkapan terhadap RTS mengawali pengungkapan dua jaringan sindikat ini. RTS ditangkap di Tapanuli Tengah pada, Sabtu (22/2/2020) lalu.

RTS merupakan bagian dari jaringan Malaysia- Riau- Tapanuli Bagian Selatan. “Dari RT, polisi menyita barang bukti berupa satu kilogram sabu.Kemudian dikembangkan bahwa barang bukti diperoleh dari teman tersangka inisial FAJN dari Labuhanbatu Utara. Dari tangan tersangka FAJN kita sita 4,7 kg sabu. Ini kelompok pertama,” kata Irjen Martuani.

Lebih jauh Irjen Martuani mengatakan, sindikat kedua terungkap dari penangkapan dua orang tersangka MR dan MJ yang diamankan di salah satu hotel di Medan. Dari kedua tersangka itu, polisi menyita barang bukti berupa 2,9 kg sabu. Kemudian dari inisial MR ini dilakukan penggeledahan di rumahnya di daerah Helvetia dan ditemukan 3,8 kg sabu serta 11 ribu butir pil ekstasi.

Polisi kemudian melanjutkan penyelidikan dan menangkap satu tersangka lagi inisial SF. Dari SF, polisi menyita 5 kg sabu. Kepada penyidik, SF membeberkan peran dua orang rekannya masing-masing inisial ZI dan MY. Dari tangan ZI dan MY polisi menyita 5 kg sabu. ZI kemudian mengungkap bahwa narkotika itu ia peroleh dari tersangka H, yang tinggal di daerah Sei Mencirim.

“Namun saat pengembangan, ZI melawan petugas. Oleh petugas, direspons karena mengancam keselamatan anggota polisi. Sehingga tersangka ZI ditindak tegas, keras, tepat dan terukur hingga tersangka ZI meninggal dunia,” ucap Martuani.

Selanjutnya Kapolda juga berpesan agar masyarakat mau bekerja, secara bersama-sama dalam memberantas narkoba, dan bila menemukan anggotanya yang terlibat dalam peredaran narkoba atau mengbackup para bandar, maka ia tidak akan segan-segan untuk memberikan tindakan tegas, keras dan terukur.

“Ada contohnya 2 orang perwira saya yang terlibat dalam peredaran narkoba dan akan tindak dengan pidana umum dan pastinya akan saya pecat, sementara untuk para tersangka yang masih hidup dijerat dengan pasal 114 ayat 2 subs pasal 112 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati, itulah kenapa konferensi pers ini dibuat di depan kamar mayat RS Bhayangkara, ini adalah pesan moral, jika para bandar akan kami kirim ke kamar mayat bila melakukan perlawanan,”pungkas Pol Irjen Martuani Sormin Siregar(ds/FP)
Share:
Komentar

Berita Terkini