PN Medan Terima Pelimpahan Berkas Tiga Tersangka Pembunuh Hakim Jamaluddin

Dibaca:
Editor: Heri dailysatu author photo
dailysatu.com - Berkas tiga tersangka pembunuh Hakim Jamaluddin sudah diterima Pengadilan Negeri (PN) Medan. Hal tersebut dibenarkan oleh Humas PN Medan, Tengku Oyong, SH, MH saat dikonfirmasi oleh wartawan melalui via seluler Jum'at (20/3/2020) siang.

Pelimpahan berkas kasus pembunuhan hakim itu diterima langsung oleh Wakil Ketua PN Medan Abdul Aziz didampingi Panmud Pidana. Saat ini, pengadilan tengah memproses jadwal dan majelis hakim yang menangani perkara tersebut.

"Iya benar, sudah kita terima sekitar pukul 12.00 WIB tadi. Diserahkan oleh Kasi Pidum Kejari Medan," sebut Humas PN Medan, Tengku Oyong.

Adapun berkas tersangka yang dilimpahkan yakni milik tersangka  Zuraida Hanum (41), Jefri Pratama (42) dan Reza Fahlevi (29). Zuraida adalah istri Jamaluddin yang merupakan otak pelaku pembunuhan tersebut.

"Biasanya hari ini ditunjuk majelis hakimnya. Jadi sekarang masih proses registrasi dulu," jelas Tengku Oyong.

Tengku Oyong juga menyebutkan untuk penetapan jadwal persidangan merupakan wewenang majelis hakim yang nantinya ditunjuk Ketua PN Medan.

"Jadi ya kita tunggu penetapan majelisnya dari ketua PN. Karena itu wewenangnya," ungkap Tengku Oyong yang juga Hakim di PN Medan.

Seperti diberitakan, Jamaluddin (55)  dibunuh di rumahnya di Perumahan Royal Monaco, Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Medan pada Jumat (29/11) dinihari. Pada siang harinya, jasad pria ini ditemukan di jok tengah mobil Toyota Land Cruiser Prado dengan nomor polisi BK 77 HD yang jatuh ke jurang pada areal kebun sawit di Desa Suka Dame, Kutalimbaru, Deli Serdang.

Jenazah kemudian diautopsi di RS Bhayangakara, Medan, Jumat (29/11) malam, sebelum dibawa ke Nagan Raya, Aceh, untuk dimakamkan pada Sabtu (30/11). Berdasarkan hasil autopsi itu, polisi memastikan Jamaluddin merupakan korban pembunuhan.

Penyelidikan polisi kemudian mengarah kepada Zuraidah, Jefri dan Reza. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka yang telah melakukan pembunuhan berencana. Mereka dijerat dengan Pasal 340 subs Pasal 338 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1e. Mereka terancam hukuman mati.(Sagala)
Share:
Komentar

Berita Terkini