Jembatan Boyo - Ampera Retak-retak, DPRD Gunungsitoli Datang Melihat

Dibaca:
Editor: Heri dailysatu author photo
dailysatu.com - Komisi lll DPRD Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, menemukan kerusakan dalam proyek pekerjaan pembangunan jembatan dan peningkatan jalan di Kecamatan Gunungsitoli.

Kerusakan itu ditemukan saat Komisi lll melakukan monitoring dalam rangka menindaklanjuti laporan pengaduan masyarakat, Rabu (18/3/2020).

"Kami menemukan banyak keretakan pada dinding jembatan dan ruas jalan yang diaspal. Pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasinya", ujar Ketua Komisi lll Samotuho Harefa kepada dailysatu.com.

Dia menambahkan, Komisi lll juga menemukan adanya kerenggangan antara persambungan jembatan dan jalan. Kemudian besi jembatan yang diduga tidak SNI.
"Dinding jembatan dan ruas jalan yang retak tidak boleh ditempel-tempel begitu saja, rekanan harus bertangungjawab. Kami akan segera menggelar RDP untuk menindaklanjuti ini", kata Samotuho.

Ditempat yang sama, Anggota Komisi lll Alisokhi Harefa mengatakan bahwa dalam sistem konstruksi keretakan yang terjadi pada dinding jembatan tidak dibenarkan.

"Apapun ceritanya, keretakan tidak diperkenankan. Soal bagaimana teknis sewaktu pekerjaan, hanya rekanan dan Dinas PUPR yang mengetahuinya", ucap Alisokhi.

Maka yang pasti, lanjut Alisokhi, keretakan pada dinding jembatan dan ruas jalan menjadi salah satu temuan Komisi lll dalam monitoring.

"Karena masih ada masa waktu pemeliharaan, saya berharap rekanan dapat segera memperbaikinya", pungkas Alisokhi.

Menurut keterangan papan proyek, anggaran pembanguan jembatan dan ruas jalan tersebut berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) Kota Gunungsitoli TA 2019 yang mencapai Rp.3.420.788.000.

Sebagai pelaksana Direktur PT. Prioritas Menteng Raya, Ganda Wilfred Ambarita. Dengan uraian pekerjaan umum, drainase, tanah, pelebaran dan perkerasan bahu jalan, perkerasan non aspal, perkerasan aspal, serta pekerjaan struktur. (ds/Ris)
Share:
Komentar

Berita Terkini