281 Berstatus ODP di Gunungsitoli, Diantaranya Berpotensi PDP

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo

dailysatu.com - Tim gugus tugas percepatan penanganan Virus Corona (Covid-19) Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, mencacat setidaknya ada 281 masyarakat yang masuk daftar orang dalam pemantauan (ODP).

Data itu terhitung sejak 18 s/d 24 Maret 2020. Ke 281 ODP masuk ke Kota Gunungsitoli melalui Bandara Udara Binaka Gunungsitoli, Pelabuhan Laut Gunungsitoli, dan Pelabuhan Roro Siwalubanua Kecamatan Gunungsitoli Idanoi.

Demikian disampaikan Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Gunungsitoli, Onahia Telaumbanua ST, kepada dailysatu.com, diruang kerjanya Jalan Pancasila, Desa Mudik, Kecamatan Gunungsitoli, Kamis (26/3/2020).

Menurut Onahia, bukan tidak mungkin 281 ODP sewaktu-waktu berubah status menjadi pasien dalam pengawasan (PDP). Untuk itu, ODP diharapkan dapat mengikuti setiap himbauan pemerintah daerah.

"Kota Gunungsitoli masih terkatagori aman, namun kalau dilihat dari ODP sebenarnya ada kemungkinan berpotensi PDP. Saat ini beredar isu bahwa ada masyarakat Nias dari Batam dan Jogja yang masuk ke Kota Gunungsitoli sudah menunjukan gejala Covid-19 tetapi belum positif", kata Onahia.

Disinggung ada berapa jumlah ODP yang mengalami gejala Covid-19 tersebut, Onahia tidak dapat memastikannya namun isu yang beredar diperkirakan satu sampai dengan dua orang.

"Kami menghimbau kepada 281 ODP segera memeriksakan kesehatannya di rumah sakit ataupun fasilitas kesehatan lainnya. Kemudian mengisolasi diri selama 14 hari sembari memperhatikan perkembangan kesehatan", ujar Onahia.

Dia juga menerangkan, hingga kini Pemerintah Kota Gunungsitoli belum mempunyai alat pendeteksi Covid-19 (Rapid Test) serta alat pelindung diri (APD).

Meksi begitu, informasi menyebut bahwa sebagian alat tersebut akan ada didistribusikan Pemprovsu dalam waktu dekat melalui Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli.

"Kami belum tahu berapa banyak jumlah alat-alat yang akan diberikan Pemprovsu. Pemerintah Kota Gunungsitoli berharap, masyarakat dapat tetap waspada dan mengikuti himbauan yang telah disampaikan", pungkas Onahia. (ds/Ris)
Share:
Komentar

Berita Terkini