20 Hari Menjabat Kapolres Asahan, 40 Tersangka Narkoba Diamankan

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com - Sejak menjabat sebagai Kapolres Asahan selama 20 hari. Kapolres Asahan, AKBP Nugroho Dwi Karyanto SIK,berhasil mengamankan 40 orang tersangka dengan 26 kasus penyalahgunaan narkoba.

Jumlah kasus yang terhitung sejak 27 Februari hingga 18 Maret 2020, Polres Asahan dibawah pimpinan AKBP  Nugroho Dwi Karyanto, beserta jajarannya berhasil mengungkap 26 kasus Narkotika, dengan mengamankan 36 tersangka, barang bukti 2.865,03 Gram Ganja kering, 217,58 Gram Sabu-sabu dan 0,12 Gram Ekstasi Serbuk, yang diamankan di wilayah hukum Polres Asahan.

Hal ini dikatakan oleh Kapolres Asahan,AKBP Nugroho Dwi Karyanto saat melakukan konferensi perss, Rabu (18/03/2020) di halaman Mapolres Asahan.
Dalam pengungkapan kasus Narkotika, Polres Asahan beserta jajarannya berkomitmen untuk memerangi tindak kejahatan yang merusak generasi muda ini sampai keakarnya, dan tidak ada tebang pilih, siapa yang terlibat akan diproses dengan hukum yang berlaku.

Dari 26 kasus dengan 36 orang tersangka ini, Sat Narkoba Polres Asahan menangani 16 kasus, dengan 22 tersangka, barang bukti 1.856,01 Gram Sabu-sabu, 215,3 Gram Ganja, dan 0,12 Gram Ekstasi serbuk.

Dalam penangkapan narkoba yang dibantu dengan Polsek Pulau Raja dengan 3 kasus dengan 3 tersangka, barang bukti 9,02 Gram Ganja, 0,46 Gram Sabu-sabu. Polsek Air Baru 1 kasus 1 tersangka,  dengan barang bukti 0,06 Gram Sabu-Sabu, Sedangkan Polsek Simpang Empat 1 kasus 1 tersangka dengan barang bukti 0,24 Gram Sabu-Sabu.

Polsek BP Mandoge 1 kasus 1 tersangka dengan barang bukti 0,24 Gram Sabu-Sabu, Polsek Air Joman 3 kasus 5 tersangka barang bukti 0,88 Gram Sabu-Sabu, dan Polsek Kota Kisaran 1 kasus 3 tersangka barang bukti 0,40 Gram Sabu-Sabu.
"Penangkapan kepada 40 tersangka ini, dengan menindaklanjuti laporan masyarakat, dengan melakukan penggerebekan hingga penyamaran dilakukan personil sebagai pembeli. Namun para tersangka cukup lihai dalam aksinya dan bahkan melawan dan mengancam keselamatan petugas sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur kepada para tersangka," tegas Kapolres Asahan.

Dari hasil pemeriksaan para tersangka barang haram ini sebagai besar berasal dari luar Negeri, dan kebanyakan penggunanya usai produktif (30-50 tahun). Mereka terlibat karena faktor ekonomi, seperti tingginya upah menjadi kurir dan bisnis ini cukup menjanjikan, dan ada faktor lain karena sudah kecanduan.

Sehingga para tersangka ini melanggar pasal  114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, di atas 5 Gram, dengan ancaman mulai hukuman mati, penjara seumur hidup, dan maksimal penjara 20 tahun dan minimal 6 tahun.

"Para tersangka cukup ahli dalam bidangnya dalam menjalankan operasinya dan menutupi jejak. Sehingga dapat memutuskan mata rantai untuk mencari para Bandar Narkoba, namun demikian Polres Asahan akan berupaya maksimal dengan menutup peluang terjadinya transaksi Narkoba dengan meningkatkan pengamanan dan menggandeng masyarakat ikut andil perang terhadap Narkoba," ungkap mantan Kapolres Natuna.

Oleh sebab itu,kata Kapolres Asahan, dalam hal ini Polres Asahan melakukan langkah Preventif (pencegahan) bekerjasama dengan Pemerintah menggalakkan sosialisasi bahaya Narkoba kepada seluruh elemen masyarakat di wilayah hukum Polres Asahan, agar jangan main-main dengan Narkoba.

Sedangkan langkah Represif (tindakan) dengan memproses hukum tersangka dengan hukum yang berlaku sebagai efek jera dari perbuatannya, serta meningkatkan pengamanan dan pengawasan di wilayah rawan transaksi Narkoba. Artinya Polres Asahan akan berupaya agar Asahan bebas dari Narkoba. (Hendri)
Share:
Komentar

Berita Terkini