Pemeliharaan Traffic light Rp 3 M Dishub Medan, BPK Diminta Audit Investigasi

Dibaca:
Editor: Heri dailysatu author photo
dailysatu.com - Adanya dugaan ketidak jelasan proyek rehab/pemeliharaan Traffic Light senilai, Rp 3.004.725.000,00, pada APBD tahun anggaran 2019, di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, dengan rekening tercatat 2.09 . 2.09.01 . 16 . 09 . 5 . 2 . 1, semakin menjadi sorotan publik.

Dimaksud dengan tidak jelasnya proyek tersebut dikarenakan sampai saat ini masih juga ada traffic light yang rusak di beberapa titik persimpangan di Kota Medan, tetapi tetap dibiarkan ngangkrak oleh Dishub Medan, sehingga kesemerawutan acap terjadi.

Salah seorang pengamat anggaran Elfenda Ananda, kepada dailysatu.com emnyebutkan, sangat menyayangkan terjadinya hal yang demikian.

Menurutnya, anggaran sebanyak itu seharusnya sudah bisa untuk memperbaiki seluruh traffic light di Kota Medan. Namun pada faktanya, masih juga ada trffic light rusak tetap dibiarkan terbengkalai.

" Ini tak boleh dibiarkan terjadi.Anggaran Rp 3 Milyar itu tidak sedikit jumlahnya, dan anggaran itu uang rakyat. Jadi jangan dipakai untuk yang tidak jelas penggunaannya. Tentu kita minta BPK lakukan audit investigasi agar kegiatan tersebut jelas. Kita Surati BPK untuk melporkan temuan ini agar segera ditindaklanjuti dan di audit investigasi,"  kata aktivis penggiat anti korupsi ini, Selasa, (11/2/2020).

Menurutnya, Pemko Medan harus menata lalu lintas dengan baik, salah satunya dengan memperbaiki traffic lalu lintas. Tapi, disayangkan pengadaan rehab traffic lalu lintas pada tahun 2019 belum dirasakan oleh masyarakat pengguna lalu lintas, terutama yang masih saja rusak.

" Dalam sistem penganggaran, dimana setiap rupiahnya harus bisa diukur manfaatnya oleh masyarakat. Rehab tersebut tentunya ditujukan untuk memperbaiki kondisi trafic light yg banyak rusak agar pengguna kenderaan bisa teratur," papar Mantan Ketua FITRA Sumut ini.

Menurutnya, sangat disayangkan kalau dishub terkesan tertutup. Tidak ada keberanian mereka menjelaskan soal rehab trrsebut.

" Jangan sampai pekerjaan tersebut yg harusnya dikerjakan dengan baik justru tidak dilakukan," tandasnya.

Amatan wartawan di lapangan, sampai saat ini (Selasa-red) traffic light yang terpancang di persimpangan Jalan HM Jhoni - Jalan Gedung Arca, kemudian simpang Jalan Pasar Merah- Jalan Bahagia, traffic light tidak menyala sama sekali alias rusak. Sehingga lalulintaspun semerawut.

Sedangkan Kabid Lalu lintas (Lalin) Suriono sendiri pun tak menggubris konfirmasi yang dilayangknan wartawan lewat pesan singkat whatssap, belum lama ini.

Sekedar mengingatkan, beberapa tahun anggaran yang lalu, Dishub Medan juga pernah membeli mesin genset yang digunakan sebagai mesin cadangan listrik disetiap persimpangan yang difasilitasi traffic light di Kota Medan.

Namun, mesin yang dibeli dari APBD Kota Medan yang lebih kurang hingga Rp 3 M lebih itu, tidak pernah terlihat lagi dan entah dimana rimbanya. (ds/lilik)
Share:
Komentar

Berita Terkini