Dishub Medan Diminta Tak 'Asal' Terapkan Transportasi Massal

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo
M.Rizki  Nugraha

dailysatu.com- Dinas Perhubungan (Dishub) Medan diminta tidak 'asal' mengoperasikan transportasi massal dengan sistem pembelian layanan Buy The Service (BTS) yang katanya akan dioperasikan mulai April 2020 mendatang.

Sebab, sejauh ini Pemko Medan khususnya Dinas Perhubungan Medan belum berkoordinasi soal pelaksanaan program angkutan massal tersebut.

"Saya dan mungkin teman-teman yang di Komisi IV selaku counterpart Dishub Medab belum pernah diajak koordinasi oleh Dishub tentang rencana operasional transportasi massal yang katanya akan dioperasikan April mendatang,"kata Anggota Komisi IV DPRD Medan, M.Rizki Nugraha kepada dailysatu.com, Jumat 7 Februari 2020.

Dikatakan Sekretaris Fraksi Golkar Medan itu, seharusnya sebelum mengoperasikan transportasi massal itu, Pemko Medan haruslah memperbaiki kondisi infrastruktur penunjang pengoperasionalan angkutan tersebut.

"Kondisi infrastruktur Kota Medan yang masih kurang pembenahan, dinilai belum pantas ada transportasi massal yang akan beroperasi pada April mendatang, "tegasnya.

Kenapa saya bilang begitu, lanjutnya, berkaca dengan moda transportasi Mebidang yang ada saat ini, justru keberadaannya memprihatinkan.Dimana, banyak halte-halte bus yang ada saat ini kondisinya rusak.

"Harusnya disiapkan dulu sarana dan prasarananya baru lah kita mengajukan bantuan seperti bus BTS itu. Karena kehadiran BTS ini dikhawatirkan menambah kemacetan yang sampai saat ini belum bisa diatasi Pemko Medan,"sebutnya.

Dia meminta pengoperasian bus itu tak hanya enak di awal. Rizki juga mengingatkan agar keberadaan bus tersebut nantinya tak mematikan angkutan umum yang selama ini sudah beroperasi.

"Jangan sampai menimbulkan hal yang negatif di kemudian hari, enak di awal tidak nyaman di kemudian hari pada masyarakat, seperti menimbulkan matinya angkutan lokal yang selama ini beroperasi dalam kota," sebutnya.

Memang, katanya, kehadiran BTS dibutuhkan dan secara perlahan angkot dihilangkan tetapi untuk saat ini Kota Medan belum pantas ada.

Namun supir-supir angkot tetap harus diberdayakan di pekerjaan lain sehingga tidak menambah jumlah pengangguran.

“Pemko harus fikirkan ini,” tegasnya.

Diketahui, Pengoperasian bus dengan skema buy the service (BTS) ini rencananya dilakukan mulai April 2020. Bus ini bakal anti-lampu merah karena setiap bus hendak lewat, lampu lalu lintas bakal menjadi hijau.

"Moda transportasi ini berbeda dengan moda transportasi lainnya, karena memiliki teknologi. Dengan teknologi yang dimiliki, setiap kali mau melintasi traffic light, lampu langsung berubah hijau sehingga bus tidak berhenti. Dengan demikian warga yang menggunakan jasa moda transport ini tidak akan pernah terjebak dengan lampu merah," ujar Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution.

Bus ini rencananya bakal melintas di lima koridor. Berikut daftarnya:
Koridor 1:
Terminal Pinang Baris-Lapangan Merdeka (46 halte)
Koridor 2:
Lapangan Merdeka-Terminal Amplas (56 halte)
Koridor 3:
Belawan-Lapangan Merdeka (112 halte)
Koridor 4:
Tuntungan-Lapangan Merdeka (87 halte)
Koridor 5:
Tembung-Lapangan Merdeka (42 halte). (ds/romisyah)

Share:
Komentar

Berita Terkini