Diduga Terjadi Penyimpangan, Ketua BUMdes Terang Bulan Labura Akan Dilaporkan Ke Kejatisu

Dibaca:
Editor: Heri dailysatu author photo
Teks foto : Parlaungan Sipahutar SH,  Ketua Umum  LSM P3HN.
dailysatu.com - LSM Peduli Pembangunan & Penyelamat Harta Negara ( P3HN) Labuhanbatu Raya - Sumut , akan membuat laporan kepada  Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) terkait dugaan penyimpangan Dana BUMDES Terang Bulan, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).

Penyimpangan dana diduga dilakukan oleh pengurus BUMDES Terang Bulan, dengan anggaran tahun 2018, senilai Rp 150 juta  dioergunakan untuk  membeli Keyboard bekas.

"Memang benar, kita akan membuat laporan secara resmi kepada Kejatisu terkait dugaan penyimpangan atau korupsi dana BUMDES Terang Bulan, " kata Parlaungan Sipahutar SH,  Ketua Umum  LSM P3HN kepada wartawan, Minggu (16/2/2020) siang melaui telpon selulernya.

Dijelaskan Sipahutar,  sebelumnya telah dua kali menyurati ketua BUMDES Terang Bulan, dengan nomor surat 107/LSM-P3HN/LB/I/2020 dan 102/LSM-P3HN/LB/II/2020.

Dalam isi surat itu, kata Sipahutar, minta tanggapan dimana dilakukan pembelian barang-barang keyboard bekas tersebut, begitu juga rincian harga untuk keyboard tersebut, namun tidak ada jawaban.

"Atas dasar itulah kita yakin ada dugaan penyimpangan sekaligus Mark-up atas pembelian keyboard bekas itu senilai Rp. 150 juta," sebut Parlaungan Sipahutar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Desa Terang Bulan mengalokasikan Anggaran pengeluaran pembiayaan untuk penyertaan modal usaha pada BUMdes sebesar Rp. 150 juta, pada anggaran 2018 lalu.

Pembiayaan yang menggunakan anggaran Pemerintah Pusat melalui Dana Desa (DD) Terang Bulan diperuntukkan buat BUMdes di desa tersebut, namun diduga terjadi kejanggalan.

Tersiar kabar penggunaan dana itu dibelikan barang bekas berupa keyboard bekas, bahkan alat musik tersebut diduga telah rusak.

Pada saat itu, Ketua BUMdes Terang Bulan Abdul Kodir saat ditanya wartawan mengakui pembelian keyboard memang barang bekas.

"Iya bang, memang kita beli yang bekas tapi alat-alat lainnya semua alat baru, seperti loudspeaker kita rakit sama orang," kata Abdul.Kodir pada saat itu, Senin (4/11/2019) lalu diruang kerjanya kepada wartawan.

Dikatakannya lagi, dana sebesar Rp. 150 juta terpakai dipotong pajak, begitu juga keyboard yang rusak saat itu belum diperbaiki karena tidak cukup biaya operasional. (ds/Indra)
Share:
Komentar

Berita Terkini