Cegah Pengaruh Buruk Narkoba, Pelatihan Kerajinan Digelar

Dibaca:
Editor: Heri dailysatu author photo
dailysatu.com - Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi menerima audiensi dari Badan Nasional Nakotika (BNN) RI di Ruang Khusus Wali Kota Medan, Selasa (4/2).

Selain bersilaturahmi, kunjungan ini juga membahas tentang program nasional dari BNN RI untuk menggelar pelatihan kerajinan bagi masyarakat yang ada di Kelurahan Babura Kecamatan Medan Sunggal dengan melibatkan lebih kurang 50 peserta.

Dalam audiensi tersebut, Direktur Pemberdayaan Alternatif BNN RI Brigjen Pol Andjar Dewanto SH MBA beserta jajaran dari BNN Provinsi Sumut menjelaskan, BNN RI memiliki program nasional berupa pemberdayaan masyarakat dengan tujuan agar masyarakat memiliki kegiatan yang dapat meningkatkan life skill sehingga dapat mencegah pengaruh buruk narkoba.

"Tugas BNN selain memberantas dan mencegah peredaran narkoba juga memberikan pembinaan terhadap masyarakat berupa pelatihan kerajinan, jadi nanti kita akan sesuaikan pelatihan apa yang cocok untuk mereka sehingga mereka memiliki kegiatan positif yang dapat mencegah mereka dari pengaruh buruk narkoba dan juga dapat meningkat kesejahteraannya," jelas Andjar Dewanto.

Terkait hal itu, Akhyar mendukung dan mengapresiasi program tersebut. Hal itu dilakukan guna mencegah semakin maraknya peredaran narkoba. Sehingga melalui pelatihan kerajinan, masyarakat Kota Medan dapat terbebas dari yang namanya narkoba.

"Program ini sangat baik karena masyarakat memiliki kegiatan positif yang dapat meningkatkan taraf hidupnya dengan begitu mereka pun akan terhindar dari pengaruh buruk narkoba," jelas Akhyar.

Didampingi Asisten Pemerintahan dan Sosial Musaddad dan Kepala Dinas Kesehatan dr Edwin Effendi, Akhyar menilai peredaran narkoba tumbuh pesat di kawasan kumuh, karena itu Pemko Medan terus berupaya membenahi setiap kawasan untuk menjadikannya lebih cantik. Seperti halnya yang sudah dilakukan di kampung Angrung Kecamatan Medan Polonia yang dahulunya terkenal dengan kawasan rawan narkoba kini berubah menjadi kampung selfie.

"Alhamdulillah semenjak dijadikan kampung selfie, tidak ada lagi peredaran narkoba di kawasan tersebut. Kita juga harus meyakinkan masyarakat bahwa tanpa narkoba masyarakat dapat hidup sejahtera dan bahagia," tegas Akhyar.(ds/lilik)
Share:
Komentar

Berita Terkini