Tinjau Proyek TA 2019, DPRD Humbahas Diminta Publikasikan Hasil Turlap

Dibaca:
Editor: Heri dailysatu author photo
Teks foto : Boyde Siregar (tengah) yang didampingi beberapa warga lainnya.
dailysatu.com - Anggota DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) yang melakukan monitoring atau Turlap (Turun Lapangan) terhadap pelaksanaan proyek tahun anggaran 2019 lalu di minta agar mempublikasikan hasil kegiatan kunjungannya kepada masyarakat.

Demikian di ungkapan Boy Siregar di dampingi warga lainnya kepada wartawan, Rabu (22/1/2020) di Dolok Sanggul.

Menurutnya, hal ini di nilai sangat penting untuk di ketahui masyarakat banyak, apa hasil dari kegiatan dari wakil rakyat saat melakukan monitoring kegiatan proyek fisik, dan ini juga wujud kepercayaan dari masyarakat itu sendiri bahwasanya DPRD itu bekerja dalam melaksanakan tugasnya sebagai fungsi pengawasan, salah satunya di bidang infrastuktur.

“Sebagai masyarakat,kita minta hasil kunjungan dari DPRD terhadap kegiatan fisik yang di kunjungi nantinya dapat di publikasikan, biar di ketahui masyarakat banyak, jangan menjadi bahan di kalangan wakil rakyat itu saja dengan dinas terkait, dimana beberapa tahun ini hasil kunjungan DPRD pada monitoring kegiatan proyek pemerintah tidak ada di publikasikan, baik melalui media cetak ataupun media eletronik," ungkap Boy Siregar di dampingi beberapa warga lainnya.

Boy mengatakan, anggota DPRD yang saat ini lagi turun kelapangan meninjau proyek tahun anggaran 2019 sangat diapresiasi olehnya.

"Kita sangat apresiasi DPRD yang turun langsung ke lapangan melakukan monitoring terhadap kegiatan pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah. Anggota DPRD harus bisa buktikan keseriusannya dilapangan, apa yang didapat harus disampaikan ke publik. Jika ada proyek yang rusak disampaikan, ini tandanya bahwa wakil rakyat kami bekerja,” pungkasya.

Boy mengaku, kegiatan proyek  tahun lalu ada ditemukan di beberapa kegiatan fisik belum sepenuhnya selesai di kerjakan. menurutnya, hal ini terjadi di akibatkan salah satunya pada  proses lelang yang lambat diumumkan ke publik pada bulan November dan bahkan beberapa kali batal.

“Jadi, ini salah satu  penyebabnya, sehingga pemborong selaku pihak ketiga yang mengerjakan terpaksa dengan kesan mengejar tanpa lebih mementingkan kualitas pekerjaan,” katanya.

Menanggapi ini, anggota DPRD Humbang Hasundutan, Moratua Gaja di dampingi anggota DPRD Poltak Purba, Rabu (22/1/2020) di kantornya mengatakan, dirinya pun mengaku setuju, kalau hasil kunjungan DPRD dari lapangan, salah satunya pada kegiatan monitoring proyek yang di lakukan oleh pemerintah dapat di publikasikan untuk di ketahui masyarakat banyak.

"Saya setuju itu, kalau memang ada temuan kita di lapangan, misalnya proyek sudah rusak, kualitasnya kurang bagus, itu akan kita sampaikan ke publik baik itu melalui media dan akan memanggil dinas terkait sebagai penanggung jawab kegiatan untuk menjadi pelajaran bagi dinas terkait, supaya ke depannya, pengawasan terhadap kegiatan proyek lebih di tingkatkan lagi.

Sebelumnya, Ketua Komisi B DPRD Humbang Hasundutan, Marsono Simamora saat dikonfirmasi, menegaskan, pihaknya tidak ada unek-unek dilapangan.

“Kita lihat ada yang salah, kita suruh perbaiki. Kita lihat ada yang belum selesai, kita suruh untuk dikejar dan didenda,” tegas Marsono.

Menurut Politisi Partai Nasional Demokrat ini, bahwa hasil mereka yang turun kelapangan ada ditemukan beberapa proyek yang asal dikerjakan. Dan itu, kata dia, sudah diminta kepada pihak terkait untuk memerintahkan pihak ketiga memperbaikinya.(ds/Carlos)
Share:
Komentar

Berita Terkini