Terkait Pengusaha Perkebunan Tidak Kantongin Izin, LBH Pilar Rakyat Sumut Akan Krim Somasi

Dibaca:
Editor: Heri dailysatu author photo
dailysatu.com -Terkait pemberitaan tentang perkebunan kelapa sawit di Desa Perk. Negeri lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumut, diduga tidak memiliki Izin Usaha Perkebunan Budidaya (IUP-B), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pilar Advokasi Rakyat Sumut akan mengirimkan surat somasi.

Demikian dikatakan Benni Sahala Tambunan, SH selaku Sekretaris excekutip LBH Pilar saat diminta pendangan hukum terkait perkebunan tersebut.

"Kita akan mengirim surat Somasi kepada pemilik perkebunan yang diduga tidak memiliki IUP," kata Benni, Rabu (29/01/2020) sekira pukul 11:10 wib dikantor LBH Jalan Ahmad Yani, Perum. Ganda Asri II nomor 12 Rantauprapat.

Sekretaris LBH itu menjelaskan, pengusaha tersebut jika memang tidak memiliki IUP-B, maka pengusaha itu bisa dipidana sesuai Undang-undang yang berlaku dengan pidana selama 5 tahun dan denda sebesar 10 M  Rupiah.

Merujuk Pasal 47 ayat (1) UU RI Nomor 39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan menyebutkan. "Perusahaan perkebunan yang melakukan usaha budidaya tanaman perkebunan dengan luasan skala tertentu dan/atau usaha pengolahan hasil perkebunan, dengan kapasitas pabrik tertentu wajib memiliki Izin Usaha Perkebunan," jelasnya.

Lebih lanjut Benni menjelaskan, jika pengusaha itu tidak memiliki IUP-B maka, pengusaha perkebunan kelapa sawit yang memiliki lahan perkebunan diatas luasan skala tertentu seperti yang dimaksud dalam pemberitaan. Pengusaha itu bisa dilaporkan kepenegak hukum, seperti Polres dan Kejaksaan setempat karena itu telah diatur dalam pasal 105 Undang-undang RI Nomor 39 tahun 2014 tentang perkebunan.

 "Setiap perusahaan perkebunan yang melakukan usaha budi daya tanaman perkebunan dengan luasan skala tertentu dan/atau usaha pengolahan hasil perkebunan, dengan kapasitas pabrik tertentu yang tidak memiliki izin usaha perkebunan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 47 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp.10.000.000.000,00," Pungkasnya.(ds/zulharahap)
Share:
Komentar

Berita Terkini