Melawan Saat Ditangkap, Dua BD Sabu Ditembak

Dibaca:
Editor: Heri dailysatu author photo
dailysatu.com - Melawan saat  ditangkap,dua bandar narkoba antar lintas terpaksa ditembak oleh personel Sat Res Narkoba Polres Asahan, Selasa (21/1/2020) sekira pukul 13:30 Wib. Kedua pelaku yakni Darwin Harahap alias Aseng (45) warga Air Joman dan Zulham Simangungsong alias Apek (40) warga Kota Tanjungbalai. Mereka diberi tindakan terukur akibat melakukan perlawanan dengan coba melarikan diri saat petugas sedang melakukan pengembangan.

Akibat peluru panas menembus ke kaki keduanya, akhirnya polisi membawa kedua pelaku ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran.

Bandar Aseng dan Apek merupakan bandar sabu yang ditangkap di Jalan Ayahanda, tepatnya di depan Rumah Sakit (RS) Royal Prima, Medan.
"Kedus tersangka ini, merupakan pengembangan dari tersangka lainnya bernama Bakri di Kisaran. Selanjutnya tim melakukan pengembangan ke Kota Medan, tepatnya di Jalan Ayahanda depan Rumah Sakit Royal Prima," kata Kapolres Asahan, AKBP Faisal F Napitupulu di RSUD HAMS Kisaran saat melakukan konferensi pers didepan RSUD HAMS Kisaran.

Dari tangan kedua tersangka, petugas mendapati dua bungkusan sabu tersimpan di dalam sepasang kaos kaki bewarna abu-abu.

"Saat ditimbang, diketahui sabu sabu yang dibawa mereka beratnya 500 gram. Sisa barang bukti sabu yang didapati  dari tangan pelaku sebanyak 500 gram," ungkap mantan Kabag OPS Polres Asahan ini.

Selain mengamankan sabu sabu,petugas juga menemukan satu unit airsoft gun beserta sejumlah peluru dan cadangan gas. Bahkan, dari tangan mereka petugas juga mengamankan uang tunai beserta buku tabungan dan kartu ATM milik kedua tersangka pun turut disita untuk kepentingan penyidikan.

"Pelaku kami jerat dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya penjara seumur hidup," jelas mantan Kasubdit Jatanras Polda Sumut itu.

Terpisah, Darwin Harahap alias Aseng salah seorang tersangka, mengaku narkotika jenis sabu yang mereka miliki, dipasok dari Malaysia sebelum dijual ke sejumlah wilayah di Sumatera Utara.

"Bahan sabu sabu ini dari Malaysia kami beli melalui kurir kami dapat Bang," ujar Darwin pada awak media saat menjalani perawatan di IGD RSUD HAMS Kisaran.(Hendri)
Share:
Komentar

Berita Terkini