Oknum Kepsek di Nias Barat Diduga Aniaya Bocah

Dibaca:
Editor: Heri dailysatu author photo
dailysatu.com - Seorang oknum Kepala SD Negeri di Sirombu-Nias Barat MD (38) diduga melakukan penganiayaan terhadap salah sorang anak dibawah umur DL (13) hanya karena masalah sepele, korban DL dituduh merusak bangku sekolah.

Akibatnya kini DL dirawat di RSUD Gunungsitoli sejak, Selasa (31/12/2020), karena penganiayaan yang dialaminya, hal ini diungkapkan Firman Harefa, SH Direktur LBH Fonna via telpon selulernya, Rabu (01/01/2020) pukul 3 sore.

Sambung Alumni UNIKA ini, berdasarkan informasi yg kita peroleh dari keluarga korban mengatakan, kejadian tersebut pada hari Sabtu, tanggal 28 Desember 2019, dimana korban dituduh telah merusak sebuah bangku disalah satu sekolah dasar negeri yang ada di desanya, oleh oknum kepala sekolah itu mencari korban hingga ketemu dan membawa korban hingga terjadilah penganiayaan, jelasnya.

Lanjut Firman, DL ini menurut info sudah tidak sekolah, dia kadang kerja dipenggilingan padi untuk membantu ekonomi keluarga, karena ayahnya sudah meninggal dunia tinggal seorang ibu yang membesarkan mereka bersama dengan 6 orang saudaranya yang lainnya.

Oleh karena itu kita mengecam tindakan MD, alasannya adalah MD yang juga merupakan orang tua sekaligus tenaga pendidik, apalagi jabatan Kepala Sekolah, sangat miris dan mencoreng dunia pendidikan, memberikan contoh yang buruk, untuk itu perlu pembinaan terhadap pelaku tersebut dan keluarga meminta dinas pendidikan kabupaten Nias Barat untuk memberikan pembinaan agar jangan sampai ada korban berikutnya serta harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan hukum yang berlaku, apalagi ini anak dibawah umur dan anak seorang yatim yang mestinya ditolong dan dilindungi.

Tambah firman, atas perbuatan pelaku oleh ibu korban sudah melaporkan hal ini di Kantor Polisi setempat yakni Polsek Sirombu, hal ini sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : STPLP/33/XII/2019/NS-Rombu, tanggal 29/12/2019 dengan diancam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 AYAT (1) UU No. 35 tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dan hari ini juga ibu korban telah kuasakan kepada LBH Fonna sebagai selaku kuasa hukumnya, oleh karenanya kita mengharapkan agar pihak Polsek Sirombu segera memproses laporan tersebut, karena hingga detik ini pelaku masih bebas berkeliaran, kami yakin dan percaya bahwa hukum akan ditegakan terhadap siapapun dan pihak Polsek Srombu akan profesional dalam memproses kasus ini.

Meskipun awalnya kami sempat ragu, karena setelah korban mengalami luka memar pelaku menggiring korban ke Polsek Sirombu dan bukannya korban dibawa kerumah sakit, dengan dalil untuk menghindari amukan masa. Selain itu diduga adanya keterpihakan oknum puskesmas Sirombu kepada Pelaku hal ini dicurigai karena oknum puskesmas sirombu, terkesan menutupi kejadian yang sebenarnya dengan menyatakan bahwa memar disekujur tubuh korban akibat kecelakaan.

Kami juga mengharapkan nantinya agar penyidik lebih jeli dalam menyelidiki kasus ini, karena kami mencurigai dan menilai jika ada upaya upaya dari pihak tertentu untuk membalikan fakta dari peristiwa itu. (ds/Ris)
Share:
Komentar

Berita Terkini