Gegara Gadai Kereta, Pedagang Kelontong Tewas Ditikam Teman Sekampung

Dibaca:
Editor: Heri dailysatu author photo
dailysatu.com - Malang benar nasib yang dialami Darmansyah (45) pemilik usaha kelontong tewas ditikam teman sekampungnya, Dedi alias Utun (33), Senin (13/1/2020) sekitar pukul 23.00 WIB malam.

Penikamam yang dilakukan pelaku terhadap warga Jalan Rawe VII, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan ini diduga persoalan masalah gadai sepeda motor.

Informasi yang dihimpun, Sebelumnya, pelaku menggadaikan sepeda motor Yamaha MX dengan korban senilai Rp 5 juta dengan jangka waktu sekira tiga bulan. Namun, saat sepeda motor akan ditembus ternyata sudah tidak ada lagi di rumah disebut-sebut kalau motornya telah dijual oleh korban. Oleh karena itu lah, terjadi keributan antara keduanya sehingga berujung penikaman.

Menurut penuturan Kepala Lingkungan 10, Susanto (40) mengatakan, dirinya mengetahui peristiwa berdarah itu setelah diberitahukan kepada warga sekitar lokasi kejadian.

"Sekitar Pukul 01.00 WIB, saya mendapat informasi bahwa warga bernama Darmansyah meninggal dunia karena ditikam oleh temanya sendiri," ucap Susanto ditemui disela takziah di rumah duka, Selasa (14/1/2020).

Selepas dapat kabar itu, Susanto menerangkan, ia pun beranjak ke rumah duka untuk mengetahui lebih dalam penyebab Darmansyah ditikam sampai merengang nyawa.

"Dari keterangan anak korban kepada saya, pelaku datang ke rumah orangtuanya dengan tidak tahu maksud tujuanya sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah sudah bertemu, sang pelaku yang telah lebih dulu membawa pisau seketika menikam lehernya. Sehinga korban jatuh tak berdaya dengan kondisi leher berlumuran darah. Kemudian sang pelaku meninggalkan lokasi," terang Susanto.

Melihat sang ayah ditikam, Susanto  menyebutkan, istri korban menjerit histeris sambil meminta pertolongan kepada tetangga sekitar.

"Karena kondisi korban sudah berdarah-darah, selanjutnya dibawa ke rumah sakit Delima Martubung untuk pertolongan pertama. Tapi, nyawanya tak dapat diselamatkan hingga meninggal dunia," sebutnya.

Usai meninggal dunia, Susanto menjelaskan, istrinya membawa jenazah suami pulang ke rumah duka.

"Setelah jenazah tiba di rumah. Istrinya melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Medan Labuhan. Berselang waktu, petugas kepolisian datang ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. Setelah itu, tepat pada pukul 05.00 WIB pagi, jasad korban dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Medan untuk keperluan visum," jelas Susanto.

Susanto menambahkan, jenazah korban tiba di rumah duka sekira pukul 11.30 WIB. Warga yang telah menanti kedatangan almarhum langsung mengangkat dari ambulans untuk dimandikan.

"Setelah selesai dimandikan, jenazah korban langsung dikafani dan dibawa ke Mesjid Al-Falah untuk di salatkan. Saat ini, korban sudah dikebumikan di tempat pemakaman umum yang tidak jauh dari rumahnya," tambahnya.

Dikonfirmasi, Selasa (14/1/2020), Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Edy Safari SH mengatakan, atas kasus penikaman tersebut
pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku.

"Indentitas yang bersangkutan sudah diketahui, dan dalam pengejaran petugas. Pelaku ini merupakan teman dari korban, penikaman diduga masalah gadai sepeda motor," ujar Kompol Edy Safari.(ds/Her)
Share:
Komentar

Berita Terkini