DD Tapian Nauli I Sipahutar Diduga Tak Sesuai RAB

Dibaca:
Editor: Heri dailysatu author photo
dailysatu.com - Kegiatan pengaspalan jalan di Dusun Pagaran, Desa Tapian Nauli I, Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2019, diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Akibat kegiatan pengerjaan jalan tidak sesuai tersebut, kondisi jalan yang baru dikerjakan pada bulan Desember 2019, saat ini sudah mulai terkelupas dan berlubang.

Rico Lumbantobing, dari LSM LP3D, kepada dailysatu.com, Jumat (24/1/2020) menjelaskan, dari anggaran DD 2019 Tapian Nauli I, Kecamatan Sipahutar, sebesar Rp 766.076.650. Dana itu digunakan untuk pembuatan rabat beton 2 x 4 meter di Dusun II Nasator, saluran drainase 138 meter di Dusun II Nasator, pengaspalan jalan 2,5 meter x 1.400 meter di Dusun I Pagaran dan air bersih sumur bor 1 unit di Dusun III Lumban Sihobuk.
Dikatakan Rico Lumbantobing, khusus untuk pengaspalan jalan 2,5 meter x 1.400 meter di Dusun I Pagaran, diduga bermasalah dan tidak sesuai RAB.

Menurutnya, material batu 2/3, 1/2 dan aspal tidak sesuai dengan RAB sebagai acuan dipergunakan di lapangan. Tebal lapen dan kekuatan aspal tidak sesuai dan pemadatan jalan tidak maksimal.

"Dari pengamatan kami di lapangan, mobil ukuran kecil yang bermuatan nenas melintasi jalan tersebut, kondisinya saat ini sudah mengalami kerusakan dan berlubang," ujar Lumbantobing.

Untuk itu, LP3D mendesak agar Aparat Penegak Hukum (APH) turun ke lapangan untuk memeriksa pekerjaan tersebut.
"Kita juga meminta agar Inspektorat Taput dalam penentuan TGR harus meneliti terlebih dahulu kualitas pekerjaan di lapangan," imbuhnya.

Sementara Kepala Desa Tapian Nauli I, Tokiama Pardede, selaku penanggung jawab kegiatan, saat dihubungi dailysatu.com melalui whatsapp mengatakan, saat dilakukan pengaspalan jalan tersebut sudah pernah dilakukan perkerasan.

Tokiama juga menolak bila disebut pekerjaan itu tidak sesuai RAB. Menurutnya, RAB dibuat itu sudah menjadi keputusan saat musrembang desa.

"Saya juga melakukan pengawasan dan memperketat mobil yang melintasi jalan itu bila tidak sesuai dengan kekuatan jalan. Apabila dilewati mobil bermuatan sangat berat, jalan itu pasti hancur," kata Tokiama Pardede.

Ditambahkan Pardede, pengaspalan dengan volume 1.400 meter di Dusun 1 Pagaran, telah sesuai dengan RAB. Akan tetapi penilaian seseorang mungkin tidak maksimal, sebab pekerjaan tersebut dilakukan oleh masyarakat yang kurang berpengalaman. (ds/Bisnur Sitompul)
Share:
Komentar

Berita Terkini