Candi Bahal Portibi Akan Di Bangun Sarana Prasana Permainan

Dibaca:
Editor: Heri dailysatu author photo
Teks foto : Kadis Pariwisata Paluta Eva Sartika  Siregar saat di jumpai di kantor nya.
dailysatu.com- Untuk mendongkrak pariwisata, Dinas Pariwisata Paluta akan membangun sarana permainan disekitar Candi Bahal Portibi.

Hal ini di ungkapkan oleh Kadis Pariwisata Eva Sartika Siregar ketika di jumpai di kantor nya, Senin (06/01/2020).

Di jelaskannya Candi Bahal, Biaro Bahal atau Candi Portibi adalah kompleks candi buddha aliran vajrayana yang terletak di Desa Bahal, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatra Utara, yaitu sekitar 3 jam perjalanan dari Padang Sidimpuan atau berjarak sekitar 400 km dari Kota Medan.

Candi ini terbuat dari bahan bata merah dan di duga berasal dari sekitar abad ke-11dan di kaitkan dengan Kerajaan Pannai, salah satu pelabuhan di pesisir selat Malaka yang di taklukkan dan menjadi bagian dari Mandala Sriwijaya.

Candi yang merupakan aikon Kab Paluta ini menurutnya memiliki 3 bangunan kuno yaitu Biaro Bahal I II III,  saling berhubungan dan terdiri dalam satu garis yang lurus, Biaro Bahal I yang terbesar. Kakinya berhiasan papan papan sekelilingnya yang berukiran tokoh yaksa yang berkepala hewan, yang sedang menari nari.

Rupa rupanya para penari itu memakai topeng hewani seperti upacara di Tibet. Di antara semua papan berhiasan itu ada ukiran singa yang duduk. Di Bahal II pernah di temukan Arca Heruka yaitu Arca Demonis yang mewujudkan tokoh pantheon Agama Buddha aliran Mahayanan, Sekte Vajrayana atau Tantrayana. Heruka berdiri di atas jenazah dalam sikap menari, pada tangan kanannya ada tongkat. Candi Bahal III berukiran hiasan daun.

Candi yang banyak membuat wisatawan terpukaw, baik dari luar dan dalam negeri ini di beri nama berdasarkan nama desa tempat bangunan ini berdiri. Selain itu, nama Portibi dalam bahasa Batak berarti 'Dunia' atau 'Bumi'  istilah serapan yang berasal dari bahasa san sekerta  Pertiwi (Dewi Bumi)

Untuk pengembangan, Eva Sartika Kadis pariwisata Paluta yang baru menjabat sejak September 2019 lalu itu, pertama kali pihaknya bekerjasama langsung dengan BPCB (Badan Pemeliharaan Cagar Budaya).

Dari kerja sama tersebut, Eva membuat rencana untuk membangun sarana prasana di sekitar candi itu  seperti  permainan anak anak, tempat hiburan dan pendopo-pendopo.

Dikatakannya, di lokasi tersebut akan di angkat guide atau pemandu yang bertugas memberikan bantuan, informasi dan interpretasi warisan budaya, sejarah serta kontemporer kepada pengunjung.

Setelah itu, katanya lagi bertahap lah dengan daerah daerah yang lain, yang potensi destinasi wisatanya di anggap cukup.(ds/Malik)
Share:
Komentar

Berita Terkini