Bayek Ingatkan Masyarakat Tidak Merokok di Zona KTR

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo

dailysatu.com-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan Mulia Asri Rambe SH (Bayek) mengatakan, peraturan daerah (Perda) No 3 tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sangat penting disosialisasikan.

Hal ini agar masyarakat tahu kawasan mana yang boleh merokok dan kawasan mana pula yang tidak boleh merokok. Karena sampai hari ini Perda No 3 tahun 2014 tersebut menimbulkan polemik di masyarakat khususnya bagi perokok.

Demikian disampaikan Bayek dalam Sosialisasi ke 1 tahun 2020 Perda Kota Medan No 3 tahun 2014 KTR di komplek Bank Kelurahan Titi Papan Kecamatan Medan Deli Minggu 19 Januari 2020.

"Ada anggapan bahwa Perda tersebut melarang orang sama sekali tidak boleh merokok, ini yang perlu dijelaskan, bagaimana mungkin kita bisa melarang orang agar tidak merokok, sementara pabriknya masih tetap beroperasi," ujar Bayek.

Sebab menutut Bayek, lahirnya Perda No 3 tahun 2014 tersebut untuk mengatur zona-zona yang diperbolehkan merokok dan yang tidak boleh merokok.

Untuk itu Politisi Partai Golkar ini terus mengingatkan kepada masyarakat agar tidak merokok disembarang tempat. Karena ada sanksinya bagi orang merokok di area yang ditetapkan sebagai KTR. Yakni
diancam pidana kurungan paling lama 3 hari atau pidana denda paling banyak Rp 50.000.
         
Bagi orang atau badan yang mempromosikan, mengiklankan, menjual dan membeli rokok di tempat atau area yang dinyatakan sebagai KTR diancam pidana kurungan paling lama 7 hari atau pidana denda paling banyak Rp.5 juta.
       
Sedangkan bagi setiap pengelola, pimpinan atau penanggung jawab KTR yang tidak melakukan pengawasan internal, membiarkan orang merokok, tidak menyingkirkan asbak atau sejenisnya dan tidak memasang tanda-tanda dilarang merokok di tempat atau area yang dinyatakan sebagai KTR,  tambah Bayek, juga diancam pidana kurungan paling lama 15 hari atau pidana denda paling banyak Rp10 juta.
         
Terhadap pimpinan atau penanggungjwab KTR, menurut anggota dewan yang duduk di komisi 1 ini, adalah orang yang karena jabatannya memimpin atau bertanggungjawab atas kegiatan atau usaha di kawasan yang ditetapkan sebagai KTR.
       
"Karena penetapan KTR bertujuan untuk terciptanya ruang dan lingkungan yang bersih dan sehat, memberikan perlindungan kepada masyarakat dari dampak buruk rokok baik langsung maupun tidak langsung dan menciptakan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat," ujar Bayek.
      
Ditambahkan Bayek, ruang lingkup KTR  dimaksudkan adalah fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum.
    
Untuk iklan rokok juga sudah diaturkan dan itu merupakan kewenangan pemerintah daerah. Beberapa aturan yang dibuat, di antaranya adalah iklan harus mencantumkan peringatan kesehatan dalam bentuk gambar dan tulisan sebesar paling sedikit 15 persen dari total luas iklan.
       
"Jadi Perda KTR bertujuan untuk mengingatkan  kesadaran masyarakat agar tidak merokok di tempat umum," tandas Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Medan ini.(ds/romisyah)
Share:
Komentar

Berita Terkini