Terkait Kutipan Uang Rp 400 Ribu, Disdik Labura Diminta Copot Kepsek SDN 114620

Dibaca:
Editor: Heri dailysatu author photo
dailysatu.com - Terkait adanya pengutipan uang ijaza sebesar Rp 400 ribu yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SDN 114620, mendapat tanggapan dari berbagai  tokoh masyarakat Labuhanbatu Utara.

Salah satunya tokoh masyarakat NA IX-X SB Matondang yang minta kepada Bupati Labuhanbatu Utara H. Kharuddin Syah melalui Dinas Pendidikan agar memberikan sanksi untuk mencopot Kepala Sekolah SD Negeri 114620 Perkebunan Berangir, Kecamatan NA IX-X dari jabatannya lantaran  diduga melakukan pungutan liar (pungli).

BACA | Ambil Ijazah di SDN 114620 Perkebunan Berangir Labura, Bayar Rp. 400 Ribu 

"Kita harapkan Bupati melalui Kepala Dinas Pendidikan untuk mencopot Kepala Sekolah diiduga pelaku pungli pengambilan ijazah siswa yang tamat, agar membuat efek jera bagi Kepala Sekolah lainnya," tegas SB Matondang kepada dailysatu, Senin sore (9/12/2019) di Pinang Lombang.

Tokoh Masyarakat yang tinggal di Desa Sei Raja itu mengungkapkan, dugaan pungli tersebut dilakukan saat pengambilan ijazah kepada 20 siswa yang tamat di tahun 2019, saat pengambilan Ijazah siswa diminta bayaran sebesar Rp 400 ribu.

Apapun dalihnya, baik itu dilakukan musyawarah komite, sekolah tidak dibenarkan melakukann pengutipan di sekolah milik Pemerintah tersebut.

"Karena diiperaturan Mendikbud nomor 75 tahun 2016 ditegaskan, pihak sekolah tidak diperbolehkan melakukan pungutan kepada orang tua siswa maupun peserta didik, begitu juga komite sekolah tidak boleh mengambil atau melakukan pungutan," ungkap Matondang.

Matondang melanjutkan, Kabupaten Labura bangga akan slogan "Basimpul Kuat Babontuk Elok", jangan ulah segelintir oknum tercoreng agenda Nasional yang bertujuan mencerdaskan anak bangsa tetapi dijadikan proyek untuk kepentingan pribadi.

"Sekali lagi kami harapkan, Bupati melalui Dinas Pendidikan untuk segera mencopot jabatan Kepala SDN 114620 Perkebunan Berangir, serta aparat kepolisian untuk segera memproses hukum semua pihak yang terlibat dugaan pungli di SD milik Pemerintah tersebut," pinta Matondang.

Terpisah, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Labura H. Suryaman S.IP saat dikonfirmasi berjanji akan menindak lanjuti info tersebut.

"Segera akan kami periksa kebenarannya," ucap Kadis Pendidikan menjawab dailysatu.com melalui pesan medsosnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, SDN 114620 Perkebunan. Berangir, Desa Perkebunan Berangir, diduga melakukan pungutan liar (pungli). Pihak sekolah menetapkan biaya Rp. 400.000,-  pada setiap siswa yang mengambil Ijazah.

Kepsek SDN 114620 Park. Berangir M.B Siagian S.Pd saat dikonfirmasi membenarkan adanya pembayaran pengambilan ijazah Rp 400 ribu di SD tersebut.

"Ia memang benar ada kita minta biaya pengambilan ijazah, sebanyak 20 siswa yang tamat. Untuk ijazah saat ini lagi dalam penulisan", sebut Kepala Sekolah  kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat lalu. (ds / Indra )
Share:
Komentar

Berita Terkini