Lapor Pak Walikota! Petasan Ancam Keselamatan Warga

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo

dailysatu.com - Jelang pergantian tahun, aktivitas pedagang petasan di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, semakin merajalela.

Jika tidak segera ditertibkan, sejumlah pihak mengkhawatirkan petasan akan mengancam keselamatan warga.

Ibarat rumput liar, aktivitas jual beli petasan di Kota Gunungsitoli tumbuh subur. Seakan pengawasan dari pihak Kepolisian, Pemerintah Daerah, dan pihak lainya tidak berjalan normal.

Seperti di kawasan Jalan Gomo, Jalan Sirao, dan Jalan Diponegoro, puluhan pedagang petasan dengan bebas menjajakan barang dagangan mereka.

Melihat kondisi tersebut, Ketua Gerakan Perjuangan Nias (Gapernas), Happy Agusman Zalukhu, meminta Kepolisian dan Pemerintah Kota Gunungsitoli untuk mengambil tindakan tegas.

"Minggu lalu, saya melihat petugas gabungan Polisi, TNI, dan Satpol-PP Kota Gunungsitoli sempat melakukan penertiban. Namun setelah itu, pedagang petasan kembali beraktifitas dan hingga kini penertiban serupa tidak dilakukan. Apakah penertiban sebatas formalitas, atau justru ada oknum yang membekinginya, biar masyarakat yang menilai", katanya kepada dailysatu.com Minggu (29/12/2019).

Happy pun mendorong agar Satpol-PP Kota Gunungsitoli lebih berperan aktif melakukan pengawasan terhadap aktivitas pedagang petasan.

"Kalau tidak ditertibkan, saya kawatir suara ledakan dari petasan mengacam keselamatan warga. Begitupun dengan kebakaran rumah yang bisa terjadi akibat ledakan petasan. Pak Walikota sudah berkomitmen melarang petasan, harusnya Satpol-PP jangan tinggal diam", pungkas Happy.

Sementara Kasatpol-PP Kota Gunungsitoli Eko Ary Yanto Zebua, mengaku kesulitan untuk melakukan penertiban pedagang petasan.

"Jumlah personil kami terbatas. Kemudian banyak pedagang petasan yang bandel meski sudah ditertibkan. Setelah kami tertibkan, mereka kembali berdagang", ujar Eko. (ds/Ris)
Share:
Komentar

Berita Terkini