Kualitas Proyek Peningkatan Jalan Di Dolok Margu Diragukan

/

/ Rabu, 04 Desember 2019 / 18.19 WIB
Teks foto : Tampak terlihat pembangunan peningkatan jalan masih dalam tahap pekerjaan.
dailysatu.com - Proyek peningkatan jalan di Desa Dolok margu Kecamatan Lintong Nihuta menjadi sorotan. Pasalnya, proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun Anggaran 2019 ini tidak memiliki plank proyek sebagai papan informasi dan juga kualitas pekerjaannya diragukan.

Sesuai amatan wartawan beberapa kali turun ke lapangan, sepanjang lokasi pekerjaan tidak ada terlihat terpasang plank proyek. Hal itu juga di akui warga setempat yang berhasil di temui di sekitar proyek, dan mirisnya lagi, tidak ada terlihat pengawasan dari dinas terkait pada kegiatan proyek tersebut.

Selain itu, amatan wartawan di lokasi, proyek tersebut sudah pada tahapan pemadatan base,  namun tampak kualitas pekerjaan proyek di duga tidak di kerjakan sesuai dengan spesifikasi. Pasalnya, di beberapa titik badan jalan tampak terlihat tidak rata dan tidak padat, sehingga terlihat di beberapa titik badan jalan terjadi keretakan dan bergelombang.

Kepada media, Rabu (4/11/2019), salah satu warga yang mengaku bermarga Sihombing mengatakan, sebagai warga dirinya berharap proyek tersebut jangan di kerjakan asal jadi dan berharap proyek tersebut di kerjakan dengan benar.

Warga juga mengatakan, masyarakat sekitar sudah rela memberikan lahannya demi  perbaikan jalan tersebut secara cuma-cuma tanpa ada ganti rugi kepada pemerintah.

Di singgung masalah kualitas pekerjaan, warga sekitar itu mengaku kurang paham tentang kualitas, hanya saja warga meminta agar proyek yang memakai uang negara yang bersumber dari rakyat itu di kerjakan dengan baik dan bertahan lama.

"itu saja, sebagai warga di sini, kami minta pekerjaan ini di kerjakan dengan baik, apalagi pembangunan jalan ini sudah lama kami harapkan, makanya sampai rela memberikan lahan untuk pembangunan jalan ini tanpa ganti rugi. Kalau masalah kualitas, itu urusan merekalah, merekalah yang bertanggung jawab, baik pemborong atau dinas yang menanganinya," ujarnya.

Selain itu, warga juga menyesalkan pihak perencana yang tidak memasang gorong-gorong pada saluran air yang berada di lokasi proyek, sehingga bila musim hujan akan mengakibatkan badan jalan akan di genangi air.

"Kita juga sangat menyesalkan perencanaan proyek ini, masa tidak ada di pasang gorong-gorong pada saluran air, imbasnya setiap musim hujan, badan jalan selalu di genangi air dan mengakibat badan jalan longsor. Seharusnya itu harus di pasang," imbuhnya.

Menanggapi itu, Kepala Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kabupaten Humbahas, Jhonson Pasaribu melalui sekretaris dinas Bernard Simamora, ketika dikonfirmasi melalui selulernya membenarkan bahwa pekerjaan proyek itu dari dinas PUPR.

"Benar, proyek pembangunan jalan di Desa Dolok margu itu dari dinas  PUPR, kalau anggaranya sekitar 900 juta rupiah, tapi kalau perusahaan yang mengerjakan, saya kurang ingat," kata Bernard.

Di tanya terkait minimnya pengawasan dari dinas PUPR Kabupaten Humbahas pada proyek tersebut, sekretaris dinas ini menganjurkan untuk konfirmasi langsung dengan PPK.

"Kalau untuk pengawasan, langsung saja hubungi PPK nya," katanya.

Terpisah, Dunan Nadapdap selaku PPK(Pejabat Pembuat Komitmen) proyek peningkatan jalan tersebut ketika di konfirmasi melalui selulernya mengatakan, bahwa pekerjaan itu masih dalam test ketebalan dan kepadatan sebelum di lakukan tahapan selanjutnya.

Di tanya terkait tidak adanya plank proyek di lokasi, Dunan malah membantah dan mengatakan  bahwa plank proyek sudah terpasang di lokasi, meski amatan wartawan beberapa kali ke lokasi bahwa papan proyek tidak ada terpasang.

"kalau papan proyeknya itu sudah terpasang," ucap Dunan.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait di temukanya di beberapa titik badan jalan terlihat keretakan dan bergelombang akibat di duga pemadatan base tidak padat, lagi-lagi Dunan menjawab bahwasanya itu terjadi akibat masalah tanah dasar, dan itu tidak bisa dipaksakan.(ds/carlos)
Komentar Anda

Berita Terkini