Diduga Bikin Rusuh, Oknum Anggota DPRD Humbahas Ditetapkan Sebagai Tersangka Pengrusakan

Dibaca:
Editor: Heri dailysatu author photo
Ilustrasi
dailysatu.com - Diduga berbuat onar dan bikin rusuh, oknum anggota DPRD Humbahas, JTHP ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pengrusakan.

Penetapan tersangka kepada anggota fraksi Gerindra itu dituangkan dalam Surat Perintah Penyidikan Nomor : SP.Sidik/56/XI/2019/Reskrim, tanggal 27 November 2019, perihal pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan kepada pelapor atas nama Henry Parningotan Siahaan warga Jalan Merdeka Dolok Sanggul, dengan Nomor LP/56/XI/2019/Humbahas Ds. Tanggal 27 November 2019, tentang kasus pengrusakan dan penghinaan.

Demikian dibenarkan Kapolres Humbahas AKBP Rudi Hartono SIK MM melalui Kasub Bag Humas Aiptu S Purba ketika dikonfirmasi wartawan via selulernya, kemarin.

Dia menjelaskan, bahwa kasus ini sudah ditangani Sat Reskrim Polres Humbahas dan sudah dilakukan pemanggilan pertama kepada JTHP dengan status sebagai tersangka. Namun tersangka tidak hadir dengan alasan urusan keluarga.

“Status JTHP sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan sudah dilakukan panggilan pertama. Namun yang bersangkutan tidak hadir. Alasan pengacaranya, nenek tersangka sedang meninggal. Dan rencananya, hari ini akan dilakukan pemanggilan kedua. Apabila juga tidak hadir, akan dilakukan pemanggilan paksa,” kata Purba.

Dia menjelaskan, pamanggilan tersangka oleh penyidik sangat dibutuhkan untuk melengkapi BAP perkara tersebut. Sehingga, mau tidak mau, tersangka harus dijemput paksa apabila tidak mau hadir.

“Kepada tersangka dikenakan pasal 406 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 2 tahun 8 bulan. Tindaklanjut kepada yang bersangkutan, proses hukum tetap jalan. Artinya, apabila nanti ada permohonan perdamaian (di kedua belah pihak), itu sah-sah saja. Namun itu tidak menghalangi proses hukumnya,” ujarnya.

Dia juga menguraikan, dalam kasus yang sama, penyidik Reskrim Polres Humbahas juga sudah menetapkan status tersangka kepada pelapor Henry Parningotan Siahaan beserta dua rekannya, dan dijerat dengan pasal 170 KUHP serta sudah dilakukan penahanan terhitung mulai 17 Desember 2019 lalu.

“Kedua belah pihak sama-sama tersangka, karena mereka saling mengadu. Kepada JTHP tidak dilakukan penahanan karena dikenakan pasal 406. Namun untuk Henry Siahaan dan dua rekannya sudah ditahan karena dikenakan pasal 170 KUHP,” terangnya.

Terpisah, Henry Siahaan kepada sejumlah wartawan menjelaskan kronologis kejadian perkara yang menimpanya terjadi pada tanggal 26 Septermber 2019 lalu di tempat usahanya Ahaan Coffe di Jalan Merdeka Doloksanggu.

Kata dia, tersangka JTHP datang ke tempat usahanya bersama dua rekannya diduga sudah dalam keadaan mabuk sekira pukul 21.00 WIB.

Seperti pelanggan lainnya, lanjut dia menceritakan, JTHP awalnya tampak duduk dan menikmati minuman yang tersedia dan mendengarkan alunan musik akustik.

Namun beberapa saat kemudian, JTHP yang merupakan Sekretaris DPC Partai Gerindra Humbahas ini maju ke atas pentas dan bernyanyi. Namun tiba-tiba terlibat cekcok dengan pemain musik dan membuat keributan dan melakukan pengrusakan serta penghinaan kepada pemilik usaha. Sehingga terjadi lapor melapor.

“Memang saya akui. Saya pukul dia. Tapi dia yang mulai membanting jar (teko kaca) ke kaki saya hingga pecah dan mengakibatkan luka. Saat itu jugalah dengan gerak reflex saya meninju dia. Saya tidak mungkin melakukan itu kalau dia mau diingatin dan diminta untuk pulang. Namun ya namanya manusia. Pasti ada kesilafan dan kesabaran,” katanya.

Meski merasa sebagai korban, dia dan seluruh keluarga sudah mengalah dan berupaya untuk berdamai dengan JTHP. Namun JTHP tetap ngotot untuk melanjutkan kasus tersebut ke proses hukum.

“Kita tetap menghormati proses hukum. Namun karna masih ada hubungan keluarga yang diikat Dalihan Na Tolu, saya berharap, alangkah baiknya jika masalah ini dapat diselesaikan melalui kekeluargaan. Dan kita sudah melakukan segala upaya agar kasus ini tidak berlanjut. Namun hingga saat ini belum ada niat baik dari yang bersangkutan,” pungkasnya.

Terpisah, JTHP ketika dikonfirmasi wartawan via selulernya, yang bersangkutan belum bisa memberikan jawaban.(ds/carlos)
Share:
Komentar

Berita Terkini