Pikul Siputih Ke Pulau Nias, Naibaho Disambar BNN Gunungsitoli

/

/ Sabtu, 30 November 2019 / 16.14 WIB
dailysatu.com - Badan Narkotika Nasional Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, meringkus seorang pemikul sabu-sabu asal Kota Medan, Jumat (29/11/2019). Dari tangannya, petugas berhasil mengamankan barang bukti 32,32 gram sabu bernilai 50 juta rupiah.

Nasib Joni Naibaho, 30 Tahun, yang merupakan warga Pulo Brayan Kota terbilang sial. Berharap dapat upah 5 juta rupiah dari hasil memikul sabu-sabu ke Pulau Nias, malah kini meringkuk di balik terali besi.

Plt Kepala BNN Kota Gunungsitoli, AKBP Arifeli Zega SH, menjelaskan bahwa penangkapan terhadap Joni berawal dari informasi masyarakat. Informasi menyebut, ada seseorang membawa sabu-sabu masuk ke Pulau Nias melalui jalur laut.

Joni ditangap di Jalan Pendidikan, Kelurahan Ilir, Kecamatan Gunungsitoli, saat akan menghantarkan sabu kepada seseorang yang hingga kini masih dalam pengejaran petugas BNN Kota Gunungsitoli.

"Awalnya Joni ditemani S berangkat dari Kota Medan menuju Kota Sibolga menggunakan jalur darat. Selanjutnya Joni meneruskan perjalanan ke Pulau Nias dengan menumpangi kapal laut. Sampai di Pulau Nias, kemudian Joni di jemput PW yang diketahui warga Kabupaten Nias Barat", ujar Arifeli.

Sebelum ditangkap, lanjut Arifeli, Joni dan PW sempat menginap di salah satu hotel dikawasan Kota Gunungsitoli. Tetapi saat penangkapan, PW berhasil melarikan diri. Meski begitu, hingga kini PW dan S yang sempat bersama Joni masih dalam pengejaran petugas.

"Barang haram ditemukan dari saku celana Joni. Menurut pengakuannya, sabu bernilai 50 juta tersebut akan diedarkan di Kota Gunungsitoli dan Kabupaten Nias Barat. Setelah berhasil diedarkan, maka JN mendapat upah sebesar 5 juta rupiah", kata Arifeli.

Akibat perbuatannya, pria bertato itu dijerat Pasal 114, 112, UU No 25 Tahun 2019 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal 20 Tahun penjara.

"Kepada petugas, Joni mengaku baru kali ini membawa sabu masuk ke Pulau Nias. Dia diperintahkan oleh seseorang yang juga merupakan warga Kota Medan", pungkas Arifeli. (ds/Ris)
Komentar Anda

Berita Terkini