Perekrutan Panwascam di Gunungsitoli Pakai Sistem CAT

/

/ Kamis, 21 November 2019 / 07.45 WIB

dailysatu.com - Perekrutan panitia pengawas pemilu kecamatan (Panwacam) di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, di buka 27 November s/d 3 Desember 2019. Perekrutan akan menggunakan Computer Assisted Test (CAT) atau online.

Demikian disampaikan Ketua badan pengawas pemilu (Bawaslu) Kota Gunungsitoli, Endra Amri Polem S.Pd, saat menggelar pertemuan bersama wartawan terkait evaluasi kinerja Panwascam dan Bawaslu Kota Gunungsitoli, Rabu (20/11/2019).

Menurut dia, penggunaan sistem CAT berdasarkan surat keputusan Bawaslu RI. Yang tujuannya supaya perekrutan bersifat transparan, dan panwascam yang lulus seleksi mempunyai kapasitas serta integritas mumpuni.


Ada 18 panwascam yang di rekrut dari 6 Kecamatan di Kota Gunungsitoli. Proses perekrutannya melibatkan tim Bawaslu Provsu dan Bawaslu RI. Untuk berkas calon panwascam akan diserahkan dan diferivikasi manual, sementara ujiannya menggunakan sistem CAT.

"Seleksi akan berlangsung ketat dibanding tahun sebelumnya. Pengumuman perekrutan panwascam ini sudah kami umumkan ke masyarakat luas, baik melalui wibeside resmi maupun spanduk. Tentu calon panwascam harus memenuhi beberapa persyaratan yang diajukan", kata Endra.

Setelah nanti proses seleksi berakhir, lanjutnya, maka Bawaslu Kota Gunungsitoli mengumumkan nama-nama yang lolos. Kemudian ada waktu selama 3 hari bagi masyarakat untuk memberikan tanggapan dan masukannya terhadap panwascam yang lolos seleksi.



"Kami pastikan seleksi berlangsung transparan, tanpa ada pesanan ataupun pesanan dari orang luar. Kalaupun ada temuan rekan-rekan wartawan terkait pelanggaran seleksi, jangan sungkan menyampaikan laporannya tentu dengan bukti yang akurat. Karena jika terbukti, kami segera memberhentikannya", ujar Endra.

Disinggung tentang adanya dugaan oknum panwascam rangkap jabatan sebagai perangkat desa dalam pemilu lalu, Endra mengatakan kalaupun itu benar merupakan satu kelemahan pihaknya. Namun dia menjamin tidak akan terulang kembali di pemilu mendatang.

"Sebenarnya siapa aja bisa menjadi panwascam, terkecuali PNS yang mempunyai jabatan fungsional, perangakat desa, dan pengurus parpol. Karena persyaratan menyebut harus mengundurkan diri dari jabatan/pengurus parpol, pemerintah daerah/desa, BUMN, dan BUMD sebelum mendaftar", pungkas Endra.

Lebih lengkapnya, berikut persyaratan untuk menjadi panwascam di Kota Gunungsitoli.

1. Warga negara Indonesia.
2. Saat pendaftaran berusia paling rendah 25 Tahun.
3. Setia kepada pancasila, UUD 1945, bhineka tunggal ika, dan cita-cita proklamasi.
4. Bersedia mengundurkan diri dari organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum atau tidak apabila terpilih.
5. Tidak pernah di pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam pidana lima tahun atau lebih.

6. Mempunyai integritas, berkepribadian kuat, jujur, dan adil.
7. Berdomisili di wilayah Kab/Kota yang bersangkutan dibuktikan dengan KTP.
8. Memiliki kemampuan dan keahlian yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu, ketatanegaraan, kepartaian, dan pengawasan pemilu.
9. Tidak pernah menjadi anggota partai politik atau telah mengundurkan diri dari anggota partai politik minimal lima tahun pada saat mendaftar.
10. Tidak pernah menjadi anggota tim kampanye salah satu paslon presiden dan wakil presiden, calon anggota legislatif, dan Cakada sekurang-kuranya dalam jangka waktu lima tahun.

11. Mampu secara jasmani, rohani, dan bebas dan penyalahgunaan narkotika.
12. Mengundurkan diri dari jabatan politik, pemerintahan, BUMN, pada saat mendaftar dan apabila terpilih.
13. Bersedia bekerja penuh waktu.
14. Berpendidikan minimal SMA sederajat.
15. Tidak dalam ikatan perkawinan dengan sesama penyelenggara pemilu.

16. Tidak pernah diberhentikan secara tidka hormat dari penyelenggara pemilu.
17. Mendapat ijin dari atasan langsung bagi pegawai negeri sipil. (ds/Ris)
Komentar Anda

Berita Terkini