Mayat Pria Dengan Tali Pinggang Dileher, Gegerkan Warga Pematang Johar

/

/ Minggu, 24 November 2019 / 23.00 WIB
dailysatu.com - Warga yang bermukim di Palu Rawa Dusun I Batangbulu Desa Pematangjohar, Kecamatan Labuhandeli, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (23/11/2019) sekira pukul 18:00 mendadak heboh.

Pasalnya, warga menemukan sesosok mayat pria tanpa identitas diduga korban pembunuhan.

Saat ditemukan, korban menggunakan pakaian kaos warna  Merah , Celana Lee Merk Nevada warna hitam dan  tinggi  sekira 160 Cm. Perawakan sedang dan rambut  Ikal hitam.

Jasad pria yang diperkirakan berusia 35 tahun itu, selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang hendak memancing di palu. Warga terkejut karena ada sesosok mayat dalam posisi telungkup di rawa-rawa.

Begitu melihat ada mayat, warga tersebut memberitahukan kepada warga lainnya dan kemudian dilaporkan kepada Kepala Dusun I Palu Rawa Batangbulu.

Kadus I Batangbulu Nazaruddin yang mendapat laporan tersebut, segera menghubungi Bhabinkamtibmas Polsek Medan Labuhan Aiptu H Simanjuntak dan Babinsa Koramil Serda Sumardi Yunus.

Tak lama kemudian, sejumlah personil Polsek Medan Labuhan yang turun ke lokasi kejadian segera memeriksa kondisi mayat.

"Setelah diperiksa, kondisi mayat sudah membusuk pada bagian wajahnya. Banyak ulat belatung di sekitar jasad mayat tersebut," ujar Nazarudin.

Selain itu, pada bagian leher terdapat ikatan tali pinggang yang melilit di leher korban. Diduga korban terlebih dahulu dibunuh, lehernya diikat dengan tali pinggang dan kemudian mayatnya dibuang ke dalam palu rawa.

Kapolsek Medan Labuhan AKP Edi Safari ketika dikonfirmasi membenarkan adanya temuan mayat tanpa identitas.

"Saat ditemukan, mayat dalam kondisi membusuk dan tanpa identitas," jelas Edi Safari.

Guna pengusutan selanjutnya, mayat Mr X tersebut dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diotopsi dan visum.

"Saat ini mayat Mr X sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk diotopsi, bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dapat menghubungi pihak kepolisian atau rumah sakit," tandas Kapolsek.(ds/Her)
Komentar Anda

Berita Terkini