Hibah Cuma 6,2 M, Ketua Bawaslu Gunungsitoli: Dicukup-cukupkan!

/

/ Kamis, 21 November 2019 / 08.30 WIB

dailysatu.com - Pemerintah Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, resmi menghibahkan anggaran 6,2 Miliar kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Gunungsitoli dalam melaksanakan Pilkada serentak 2020.

Kesepakatan hibah ditandai dengan penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) antara Pemerintah Kota Gunungsitoli bersama Bawaslu Kota Gunungsitoli, Senin (4/11/2019) lalu.

Informasi menyebut, bahwa angka 6,2 Miliar tersebut lebih kecil dari 8,8 Miliar yang diajukan Bawaslu Kota Gunungsitoli pada awalnya, dan lebih besar pula dari angka 4 Miliar yang disanggupi oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli sebelumnya.

"Dana hibah yang diberikan kepada Bawaslu sebesar 6,2 Miliar. Tentunya untuk mendukung kegiatan kami dalam Pilkada 2020, termasuk honor badan adhoc tingkat kecamatan dan lainnya, kata Ketua Bawaslu Kota Gunungsitoli, Endra Amri Polem S.Pd kepada dailysatu.com, Rabu (20/11/2019).

Disinggung apakah dana hibah 6,2 Miliar cukup dalam menyelenggarakan pengawasan Pilkada Kota Gunungsitoli mendatang, Endra menyebut di cukup-cukupkan.

"Kalau cukup ya cukup, kalau di bilang kurang ya kurang, tetapi itulah yang sudah ditandatangani dalam NPHD. Kalau ada dinamika itu lumrah dalam sebuah perpolitikan, apa lagi ini masalah politik", ujar Endra.

Dikutip dari salah satu media online Sumatera Utara, sebelumnya Endra mengancam akan menolak dana hibah dari Pemerintah Kota Gunungsitoli jika kurang dari angka 8,8 Miliar yang sudah diajukan pihaknya.

Karena penyelenggaraan pengawasan Pilkada dapat berjalan bila di dukung anggaran yang memadai. Sebaliknya pula, jika anggaran minim maka pelaksanaan pengawasan akan terganggu.

Menurut dia, dana hibah 4 Miliar yang ditawarkan Pemerintah Kota tidak cukup untuk melaksanakan pengawasan Pilkada. Mengingat honor panwascam 18 orang, PPL 101 orang, bulum lagi pengawas TPS yang mana diperkirakan membutuhkan banyak anggaran. (ds/Ris)
Komentar Anda

Berita Terkini