Sindikat Pencurian di Taput Dibekuk , 3 Tersangka Ditangkap 1 Buron

/

/ Jumat, 04 Oktober 2019 / 18.38 WIB
Kapolres Taput AKBP Horas M Silaen MPsi, Kasat Reskrim AKP Zulkarnain SH dan Kasubbag Humas Aiptu Sutomo M Simaremare. (ds/Bisnur Sitompul)

dailysatu.com - Polres Tapanuli Utara (Taput) berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi selama ini dibeberapa rumah warga di Kabupaten Taput.

Dari hasil pengungkapan tersebut, Polres Taput berhasil menangkap tiga orang tersangka, yakni Esron Terang Malem Sembiring (37) warga Jln. Bunga Ester No. 92 Medan, Denny Sujoko (37) warga Jln. Aman No. 01 Kelurahan Asuhan Kecamatan Siantar Timur, Pematang Siantar dan Muhammad Ansari (43) warga Lili Muda Hilir D Dusun II Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai.

Sementara satu orang pelaku lainnya, Yosia Geraldo Aritonang warga Taput, masih dilakukan pencarian dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

BACA JUGA |Miliki Narkoba Kakek Ini Diciduk Polisi Di Simaungmaung Tarutung 


Kapolres Taput AKBP Horas M Silaen MPsi, didampingi Kasat Reskrim AKP Zulkarnain SH dan Kasubbag Humas Aiptu Sutomo M Simaremare, Jumat (4/10/2019) saat konferensi pers mengatakan, pengungkapan dan penangkapan tiga tersangka dan satu DPO ini, berdasarkan Laporan Polisi (LP) yang diterima pihaknya dari masyarakat.

"Ada enam LP yang kami terima dari masyarakat terkait kasus pencurian sejak bulan Maret, Mei, Juli, Agusutus, September 2019," ujar AKBP Horas Silaen MPsi

Kasus pencurian ini dilakukan tersangka di rumah masyarakat di Jln. Rangkea Sipapagan Kelurahan Hutatoruan VI, Tarutung, pada 28 Agustus 2018. Di Komplek Aek Ristop Partali Toruan, Tarutung, pada 7 Juli 2019. Di Jln. Balige Km 2 Desa Hutauruk, Sipoholon pada 18 September 2019.

Kemudian, di rumah masyarakat di Jln. DR. TD Pardede Desa Hutagalung Siwaluompu, Tarutung, pada 16 September 2019. Di Jln. Balige Desa Hutauruk, Sipoholon yang terjadi pada 31 Maret 2019 dan di Jln. Raja Naipospos Km 4 Desa Hutauruk, Sipoholon, terjadi pada 17 Mei 2019.

"Pelaku ini melakukan pencurian yang pemiliknya pada umumnya tidak berada di rumah dengan cara membongkar rumah. Pada hari Minggu adalah waktu yang paling sering dilakukan oleh pelaku. Sebelum melakukan aksinya, pelaku telah memantau rumah yang akan dibongkar. Total kerugian materi dialami masyarakat mencapai sekitar Rp 150 juta," imbuh AKBP Horas M Silaen MPsi.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku, satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter Nomor Polisi BK 6963 XAG, satu buah Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor sepeda motor Yamaha Jupiter dengan Nomor Polisi BK 6963 XAG dan BPKB sepeda motor tersebut.

Kemudian, satu unit Handphone Samsung type A3 warna hitam, satu unit Notebook Asus warna biru serta charger, satu pasang anting-anting, satu pasang sepatu, satu buah celana blue jeans, satu buah baju lengan panjang, baju dalam singlet dan satu pasang sandal.

Saat dilakukan penangkapan, satu pelaku Esron Terang Malem Sembiring, sempat melawan dan terpaksa dilumpuhkan dengan cara ditembak bagian kakinya.
Para pelaku termasuk sindikat pencurian rumah yang beraksi di Taput.

" Tersangka kita jerat dengan pasal 363 Ayat (1), KE-3E, KE-4E dan KE-5E, dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 7 tahun dan pasal 480 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 4 tahun," tegas AKBP Horas M Silaen MPsi. (ds/Bisnur Sitompul)


Komentar Anda

Berita Terkini