Pemeliharaan Jalur Evakuasi Sinabung Dipertanyakan...

/

/ Minggu, 06 Oktober 2019 / 08.23 WIB
Teks foto : Pengendara roda dua berboncengan dengan istri saat melintasi jalur evakuasi sinabung yang rusak parah . (dok. Firman) 
dailysatu.com - Akses jalur evakuasi Gunung Sinabung bagi warga Desa Kebayaken-Kutamblin, Kecamatan Naman Teran yang dikerjakan pada APBD 2017 , Sabtu (05/10/2019 ) kini sudah dalam keadaan rusak parah lagi.

Sitepu warga Desa Kutambelin berharap pemerintah daerah agar, segera memperbaiki kondisi jalur evakuasi tersebut dan serius untuk memperbaikinya.

BACA | Tidak Ada Pungutan Retribusi di Pusat Jajanan Malam Gunungsitoli 

"Seingat kami pembangunan jalan ini baru sekitar kurang lebih 2 tahun yang lalu dikerjakan oleh pemda bang,  beberapa bulan saja setelah di kerjakan jalan ini sudah rusak parah, memang ada perbaikan yang dilakukan pemda di pertengahan tahun 2018 lalu itupun karena adanya pemberitaan di salah satu media online. Namun  perbaikan yang dilakukan masih kurang maksimal, sehingga kerusakan jalur evakuasi ini selalu terulang kembali.  Kondisi jalur evakuasi ini terlebih di turunan yang bertikungan tajam yang menghubungkan dengan Desa Kebayakan sudah hampir 8 bulan lamanya dalam keadaan rusak parah bang," ucapnya.

kondisi jalan tepatnya turunan curam yang bersebelahan dengan jurang tidak terpasang pembatas jalan, (rambu-rambu jalan apalagi marka dan lampu jalan) khususnya untuk di tikungan menurun. Hal ini jangan kita anggap remeh bang, mengingat Gunung Sinabung yang meletus besar beberapa bulan lalu yang  berstatus siaga (level lll ) dan juga belum dapat terprediksi kapan gunung sinabung meletus kembali. Kepanikan warga saat menyelamatkan diri juga harus kita pertimbangkan.

R Ginting selaku aktivis LSM yang juga terlibat aktif pengurus organisasi kepemudaan di Kecamatan Naman Teran berharap, proyeksi dengan biaya milyaran rupiah untuk membangun akses jalur evakuasi Gunung Sinabung, Selain terkesan asal-asalan tanpa memikirkan aspek keselamatan warga.

R Ginting nenambahkan, biaya pemeliharaan rutin jalur evakuasi ini juga layak untuk kita pertanyakan, ada atau tidaknya biaya pemeliharaan jalan tersebut, jika ada kenapa biaya pemeliharaan rutin di tahun 2019 belum dilaksanakan dan kalau memang tidak ada, pembangunan jalur evakuasi sinabung ini dapat dikatakan konyol dan tanpa perencanaan  yang jelas sebagaimana peruntukan jalan ini di bangun .

Mari kita kaji dan pahami kembali , uraian UU Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, hal itu dituangkan dalam Ketentuan umum Pasal 1 ayat (3,6) Pencegahan bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan risiko bencana, baik melalui pengurangan ancaman bencana maupun kerentanan pihak yang terancam bencana , Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. termasuk juga UU RI No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Penyelenggara Jalan wajib segera dan patut untuk memperbaiki Jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dimana Preservasinya sebagai kegiatan untuk menjaga kondisi jalan, termasuk didalamnya adalah pemeliharaan, rehabilitasi dan rekonstruksi jalan.

"Jangan nanti niat baik pemerintah daerah membangun jalan evakuasi untuk pengurangan resiko juga mempermudah warga kutamblin, kebayaken, gungpinto kutarayat yang mengevakuasikan diri ketika gunung sinabung kembali erupsi, Ya kalau tidak ada masalah, jikalau terjadi sesuatu siapa yang bertanggung jawab, " mengakhiri. (ds/Bram/Fir)
Komentar Anda

Berita Terkini