Kelompok Tani Di Dusun Kampung Berangir Diduga Jual Lembu Bantuan Pemerintah

/

/ Rabu, 16 Oktober 2019 / 18.59 WIB
Teks foto : Ilustrasi
dailysatu.com - Sekitar tahun 2017 lalu, sejumlah kelompok tani yang ada diwilayah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura)  mendapat bantuan untuk pengembangbiakan ternak Lembu dari Dinas setempat.

Namun ditemukan, ada sebagian bantuan tersebut diduga bermasalah dan ada iindikasi hewan ternak tersebut diduga telah dijual oleh oknum kelompok tani.

Seperti Kelompok Tani di Kampung Berangir, Desa Set Raja, Kecamatan NA IX-X. Menurut informasi dari sumber sebanyak 6 ekor lembu bantuan Pemerintah  yang seharusnya di kembangbiakkan diduga telah dijual  kepada salah satu warga di dusun Kampung Berangir.

"Lembu bantuan itu diduga telah dijual sama seseorang, khabarnya sama adik Kepala Dusun,"ucap sumber yang enggan namanya dimuat pada dailysatu.com, Rabu (16/10/2019).

Ia menuturkan, keberadaan Lembu itu tidak memakai kandang, dan telah disatukan sama lembu milik orang lain di daerah Halubi  perkebunan sawit afdeling V menuju Masihi.

Sebelumnya, H Rambe selaku Ketua Kelompok Tani didusun Kampung Berangir saat dijumpai mengakui telah menerima bantuan berupa lembu. Namun, saat ditanya ada dugaan bantuan tersebut telah dijual, si Ketua kelompok tani itu berkilah.

"Tidak benar itu bang, lembu itu masih ada dikampung. Memang ada anggota kita tidak mampu untuk mengurusnya karena ketiadaan biaya,  jadi ada anggota lain yang mampu dialihkan sama anggota itu,"kata H. Rambe menjawab dailysatu.com.

Terpisah, Kepala Dusun Kampung Berangir Kimbun Munthe dikonfirmasi awalnya tidak tahu pasti keberadaan Lembu tersebut.

Saat disinggung yang beli Lembu tersebut adik kandungnya,  Ia pun menerangkan bahwa ada anggota kelompok tani tidak sanggup membayar  biaya pengurusan.

"Ada warga tidak sanggup untuk membayar biaya pengurusan ternak itu, jadi diberikan sama anggota lain. Memang biaya kerugian yang  keluar selama ini telah dikembalikan, itu pun tidak banyak," jelas Kepala Dusun tersebut.

Sementara, tokoh Masyarakat Desa Sei Raja B. Matondang saat dimintai komentarnya berharap aparat terkait turun tangan dengan memeriksa kelompok tani di dusun Kampung Berangir, Desa Sei Raja.

“ Apabila itu benar terjadi, kita berharap pihak aparat penegak hukum turun ke dusun Kampung Berangir agar mengusut bantuan ternak dari pemerintah tersebut," tandasnya. (ds/Indra)
Komentar Anda

Berita Terkini