Tindak Lanjutin Surat Edaran Mensos, Pemkab Asahan Galakan Prinsip '6T'

/

/ Kamis, 05 September 2019 / 14.10 WIB

dailysatu.com-Pemerintah Kabupaten Asahan akan segera menindak lanjuti surat edaran Menteri Sosial (Mensos) Nomor 01/ MS / 07 /2019, tentang Perum Bulog sebagai penyedia komoditas bantuan pangaan non tunai.

Untuk melanjutin SE Mensos itu,Pemkab Asahan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bantuan sosial (Bansos) pangan di kantor Dinas Sosial (Dinsos), Rabu (4/9) kemarin.

Dalam rakor itu, Pemkab Asahan menggalakan 6 T prinsip, yakni Tepat Sasaran, Tepat waktu, Tepat Harga, Tepat Jumlah, Tepat Kwalitas dan Tepat Admistrasi.

Kordinasi yang langsung dipimpin oleh Kepala Dinas Sosial Asahan, M Rais mengatakan ada beberapa hal yang telah disepakati dalam rakor bansos. Diantaranya beras yang ditawarkan kepada e-warung agen BRI Link adalah beras kwalitas premium dengan harga saat ini Rp 10.1000 per 10 kilogramnya.

“Sebanyak 7 poin penting yang telah disepakati, selain beras kwalitas premium. Juga disepakati beras harus sudah sampai di tempat e-warung agen BRI Link paling lambat tanggal 9 setiap bulannya. Sehingga, masyarakat bisa menerima tepat waktunya,” sebut M Rais.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Asahan,Taufik Zainal Abidin Siregar yang mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Bupati, H.Surya Bsc meminta agar dalam penyediaan beras dan penyaluraanya Perum Bulog dan warung agen BRI Link melaksanakan prinsip 6 T.

“Kita berharap memiliki prinsip 6 T ini agar terlaksanakan yaitu, tepat sasaran, waktu, harga, jumlah, kwalitas dan tepat admistrasi,” ujar Taufik ZA Ziregar. (ds/hendri)
Komentar Anda

Berita Terkini