Polisi Pasang Police Line, Perseteruan 2 Kada di Nias Diprediksi Memanas

/

/ Kamis, 05 September 2019 / 22.35 WIB
dailysatu.com - Perseteruan antara Walikota Gunungsitoli Ir. Lakhomizaro Zebua dan Bupati Nias Drs. Sokhiatulo Laoli MM kembali memanas.

Perseteruan dua kepala daerah (Kada) tersebut dipicu status kepemilikan aset daerah yang hingga kini belum menemui titik terang.

Kamis (05/9/2019), sejumlah personil Polres Nias mendatangi area Eks Terminal Gunungsitoli untuk memasang garis police line pada bangunan kios dan los yang dijadikan Pemerintah Kota Gunungsitoli tempat relokasi pedagang Pasar Nou.
Sontak hal itu membuat pedagang keberatan, dan mempertanyakan pemasangan garis police line kepada petugas Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagri) Kota Gunungsitoli yang ada di area relokasi.

Perdebatan sengit antara pedagang dan petugas Disperdagrin pun sempat terjadi. Polisi yang berada di lokasi, langsung melerai dan memintan pedagang agar membubarkan diri.

Setelah dibubarkan polisi, kemudian pedagang mendatangi kantor Walikota Gunungsitoli untuk mempertanyakan nasib mereka. Kedatangan pedagang disambut hangat Walikota Gunungsitoli, Ir. Lakhomizaro Zebua.

Kepada pedagang, Walikota berharap agar mereka dapat bersabar hingga Desember mendatang. Karena di situ Pemerintah Kabupaten Nias akan menyerahkan area Eks Terminal Gunungsitoli tersebut.

"Sesuai hasil rapat kami di Sekretariat Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah Kemendagri RI, Pemkab Nias harus menyerahkan 10 aset daerahnya termasuk Eks Terminal Gunungsitoli kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli paling lama Minggu ke empat Desember", kata Walikota.

Sementara Friska Zagoto, seorang pedagang, merasa terkejut atas pemasangan garis police line. Karena sebelumnya, Disperdagrin telah memberi ijin pedagang berjualan di area Eks Terminal Gunungsitoli.

"Kami pedagang menaati aturan Walikota. Namun kami kecewa, saat tiba-tiba polisi datang memasang garis police line dan meyuruh menjauhi area kios serta los. Tidak ada informasi dari Disperdagrin terhadap pemasangan garis police line", ujar Friska.

Ditempat yang sama, Kasat Sabhara Polres Nias, Iptu Agustunus Zendrato, menolak untuk menjelaskan penyebab pihaknya memasang garis police line pada bangunan kios dan los yang akan dijadikan pedangan tempat mencari makan.

"Bukan saya tidak mau memberi informasi, langsung aja sama Kasat Reskrim. Tadi saya datang karena mendengar ada keributan di sini. Dan pemasangan garis police line bukan karena ada tindak pidana", terang Agustinus. (ds/Ris)
Komentar Anda

Berita Terkini