Kapal Moring Boat Tenggelam, Ini Kata Pertamina

/

/ Rabu, 11 September 2019 / 15.32 WIB
dailysatu.com - Terkait Insiden tenggelamnya Kapal Moring Boat PMB 6 milik Pertamina  di perairan kapal labuh Pelabuhan Belawan, lebih kurang 8 Mil sebelah Timur dari Pelabuhan Belawan,  Selasa (10/9/2019) sekira pukul 19.15 Wib.

Dalam insiden tersebut,  Nakhoda Kapal meninggal dunia dan 3 orang Anak Buah Kapal ( ABK) orang luka luka.

Nakhoda Kapal yang meninggal dunia bernama Rudi Prayouw (52) warga Jalan Bakti Abri Gang Ustad Samsir Kompolek Pabrik Besi Blok C 35, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Sumatra Utara.

Sementara ke 3 korban Anak Buah Kapal ( ABK) yang luka luka yakni Nanda Armanda (28) warga Pangkalan Berandan Kabupaten Langkat, Ahmad Gufroni (36) warga Pangkalan Berandan Kabupaten Langkat,  dan Ades Pranata Sitepu (22) warga Desa Naman Kecamatan Karo Kabupaten Tanak Karo.

Humas Pertamina UPMS 1 Medan Roby yang dihubungi dailysatu.com, Rabu (11/9/2019) membenarkan kejadian tersebut.

BACA | Kapal Toug Boat Milik Pertamina Tenggelam, Nakhoda Tewas

"Iya itu kapal kita yang tenggelam, yang mengakibatkan nakhoda meninggal dunia dan tiga orang mengalami luka," ucapnya.

Lebih lanjut dijelaskan Roby, saat ini pihaknya telah membentuk tim untuk melihat apakah ada faktor dalam peristiwa tersebut.

"Kita sudah bentuk tim internal bang, untuk mencari tahu penyebab insiden kapal tenggelam tersebut. Kalau memang ada kelalai dalam peristiwa itu kita akan beri tindakan,"cetus Roby.

Pihaknya juga, sudah mengunjungi keluarga korban yang meninggal ataupun yang luka- luka.

"Jajaran direksi UPMS 1 Medan sudah mengunjungi keluarga korban yang meninggal dunia maupun yang luka - luka," jelasnya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, Informasi yang didapat dilapangan, Selasa (10/9/2019) sekira pukul 21.00 Wib, menyebutkan sekira pukul 19.15 Wib. Kapal Moring Boat PMB 6 milik Pertamina dengan Nakhoda beserta ke 3 ABK sedang melepas tali Kapal Tanket dan membuka selang Kapal Tanker Pertamina yang telah selesai membongkar BBM melalui Bouy Pipa Pertamina Singel point Mooring (SPM) di tengah laut ke Depo Pertamina Labuhan sekira pukul 19.15 Wib.

Tiba- tiba, hujan disertai angin dan ombak yang besar, sehingga Kapal Moring Pertamina tersebut sedang manuper serta mesin Kapal tiba tiba mati. Pada saat itu, ujung selang sedang terikat pada haluan Kapal Moring dan akibat hembusan angin yang kencang dan ombak yang besar sehingga Kapal Moring tidak bisa mengimbangi serta terhempas ke bawah Kapal Tanker Pertamina yang telah selesai bongkar BBM di tengah laut dan Kapal Moring PMB 6 milik Pertamina tenggelam.

Akibat tenggelamnya Kapal Moring tersebut, Nakhoda tidak dapat keluar dari ruangan kemudi Kapal, Sedangkan ke 3 orang Anak Buah Kapal ( ABK) sempat melompat dari atas Kapal Moring sebelum Kapal tersebut tenggelam.(ds/02)
Komentar Anda

Berita Terkini