Candra Simamora Warga Pahae Julu, Sempat Diduga Tewas Dianiaya, Hasil Otopsi Diduga Korban Kecelakaan Lalulintas

/

/ Rabu, 04 September 2019 / 17.03 WIB
Foto : Candra Simamora, tewas dengan sejumlah luka ditubuhnya.

dailysatu.com - Candra Simamora (38), warga Desa Pantis Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), sempat diduga tewas akibat penganiayaan.

Candra Simamora, ditemukan tewas tergeletak di pinggir jalan umum Tarutung - Sipirok, Desa Pansurnapitu Kecamatan Siatas Barita, Taput, dengan sejumlah luka serius ditubuhnya pada Minggu (1/9/2019) dinihari.

Namun, dari hasil gelar perkara Polres Taput dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Zulkarnain SH pada Senin (2/9/2019), di Aula Tri Brata dengan tujuan dapat tidaknya perkara ditingkatkan ke proses penyidikan dan melihat hasil Autopsi Dokter Forensik RSUD Dr Djasamen Saragih Pematang Siantar, Polres Taput mengambil kesimpulan perkara dugaan tindak pidana penganiayaan tidak dapat ditingkatkan ke proses penyidikan.

Demikian dijelaskan Kapolres Taput AKBP Horas M Silaen MPsi melalui Kasubbag Humas Aiptu Sutomo M Simare-mare kepada wartawan, Rabu (4/9/2019).

Kesimpulan gelar perkara tersebut, perkara dugaan tindak pidana penganiayaan tidak dapat ditingkatkan ke proses penyidikan.

"Tindak lanjutnya, perkara dugaan tindak pidana penganiayaan dihentikan. Kita kordinasi dan mengarahkan tindak lanjut perkara ke Unit Laka Lantas karena ada dugaan korban mengalami kecelakaan lalu lintas," ujar Aiptu Sutomo M Simare-mare.

Dari hasil Autopsi RSU Djasamen Saragih Pematang Siantar yang diterima Polres Taput, pemeriksaan luar terhadap korban ditemukan luka lecet, luka robek pada kepala, pipi, dan telinga, luka lecet dan luka memar pada dada, bahu, punggung,tangan dan kaki, tanda-tanda patah tulang iga kanan, tanda-tanda patah tulang kiri.

Untuk pemeriksaan dalam, di tubuh korban terdapat resapan darah pada kulit kepala dalam, pendarahan di rongga tembolok tidak ditemukan, resapan darah ius di dinding dada kanan, patah iga kanan, robek otot dinding rongga dada kanan, darah dan bekuan darah di rongga dada kanan, paru-paru kanan kolaps, resapan darah di dinding Rent, pengantar usus selaput ginjal kanan, darah dirongga perut.

Kesimpulan Dokter Forensik, mekanisme kematian korban adalah mati lemas oleh karena kombinasi robek paru-paru kanan, pendarahan rongga dada dan patah iga kanan disebabkan kekerasan tumpul pada daerah punggung dan dada korban.

Sementara Analisis medicolegal, berdasarkan distribusi luka, lokasi luka, pola luka, maka luka-luka yang diderita korban kemungkinan mekanisme korban yang mendatangi sumber trauma (luka yang dominan/paling banyak) dan dapat dipertimbangkan identik dengan luka pada kecelakaan lalu lintas.

Ditambahkan Aiptu Sutomo M Simare-mare, sesuai dengan keterangan saksi-saksi, korban diduga mengalami kecelakaan lalu lintas sehubungan korban saat ditemukan tergeletak di pinggir jalan. Kemudian, fakta-fakta pendukung pada saat dilakukan penanganan di Tempat Kejadian Perkara yang berada di pinggir Jalan Umum di Desa Pansurnapitu Kecamatan Siatas Barita, Taput.

Adanya ketersesuaian hasil pemeriksaan Autopsi Dokter Forensik yang dihubungkan dengan Tempat Kejadian Perkara serta keterangan saksi saksi yang telah dilakukan pemeriksaan dan permintaan keterangan. (Bisnur Sitompul)


Komentar Anda

Berita Terkini