Tante Tersangka Fadhil Mengamuk di BNN Gunungsitoli

/

/ Kamis, 08 Agustus 2019 / 12.21 WIB

dailysatu.com - Keluarga Fadhil Telaumbanua, mahasiswa tersangka kepemilikan 0,19 gram sabu mengamuk di kantor BNNK Gunungsitoli, Rabu (7/8/2019) pagi. Mereka menuding BNN bersikap diskriminatif terhadap Fadhil.

Datang bersama kedua adik tersangka Fadhil, Marlinda Halawa berteriak histeris saat melihat petugas BNN menggiring keponakannya tersebut menuju ruang penyidik.

Dia mengatakan, ada ketidakadilan dalam kasus menjerat mahasiswa yang rencananya melangsungkan pernikahan  bulan November mendatang.

"Jangan takut sama polisi Fadhil, bilang kalau sebenarnya barang itu kau dapat dari Jefri", teriak Marlinda sambil menggdor pintu ruang penyidik.

Kepada dailysatu.com, Marlinda menyebut saat menangkap Fadhil, BNN turut mengamankan seorang oknum Polisi bernama Jefri. Dari dalam dompet Jefri, petugas mengamankan uang 350.000 yang kemudian dijadikan barang bukti bersama Fadhil.

"Jefri tolonglah mengaku. Kami orang tidak mengerti hukum. Jangan intimidasi keponakan saya", ujar Marlinda.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Gunungsitoli, AKBP Faduhusi Zendrato tidak menampik pihaknya sempat mengamankan seorang anggota Polri.

"Dari hasil pengembangan, kami menggeledah rumah terduga lain berinisial M. Kami menemukan seorang anggota Polri di sana. Namun karena tidak menemukan barang bukti, dia kami serahkan ke Propam Polres Nias", kata Faduhusi.

Sebelumnya BNN Kota Gunungsitoli menangkap Fadhil Ahmad Telaumbanua (24) tersangka pengedar narkoba jenis sabu di Jalan Sutomo, Desa Mudik, Kecamatan Gunungsitoli, pada Senin (05/8/2019) lalu.

Petugas mengamankan satu plastik klep berisi 0,19 gram sabu, alat hisap bong, Handphone, dan uang Rp. 350.000. Fadhil dijerat Pasal 114 ayat 1 Jo Pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 tentang Narkotika, dengan ancaman 5 Tahun Penjara. (ds/Ris)
Komentar Anda

Berita Terkini