Tahun depan, Pemkab Asahan punya Perda Retribusi Ternak

/

/ Kamis, 01 Agustus 2019 / 14.00 WIB

dailysatu.com-Pemesanan hewan kurban melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Ternak, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Asahan pada tahun 2019 meningkat.

Namun, peningkatan penjulan hewan kurban tahun ini tidak terlalu signifikan dibadingkan sebelumnya.

"Pembeli meningkat, tapi tidak signifikan. Sekitar 10 persen kalau dibanding tahun lalu," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Asahan, M Syafii, Selasa (30/7/2019).

Sebagian besar peternak yang berasal dari Desa Pulau Raja, Kecamatan Pulau Rakyat, Asahan menitipkan Lembu miliknya untuk ditawarkan di UPT Pasar Ternak. Diperkirakan ada 50-60 ekor Sapi dibawa peternak atau pedagang ke Pasar Ternak tersebut.

"Rata-rata 50 sampai 60 ekor milik pedagang yang dibawa kemari, setiap Selasa dan Kamis, mulai jam 10.00 WIB sampai sore sekitar jam 18.00 WIB," ungkap Syafii.

Ia mengungkapkan untuk saat ini, pihaknya memberikan subsidi berupa pemberian obat cacing dan suntikan vitamin kepada hewan ternak yang berada di UPT Pasar Ternak.

Hal itu diberikan untuk mengurangi parasit cacing yang terdapat di tubuh Lembu. Sebab 60 persen dalam tubuh ternak mengandung cacing.

Diharapkan setelah pemberian obat cacing, maka makanan yang dicerna dapat menjadi daging, sehingga menambah bobot bagi hewan ternak.

"Sementara ini masih ditanggung, kedepannya nanti dari pemilik ternak sendiri," sebutnya.

Kedepannya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Asahan akan mengajukan Peraturan Daerah (Perda) tentang retribusi penitipan di UPT Pasar Pekan.


"Tahun 2020, kami mau mengajukan Perda, setiap ternak yang terjual disini akan dikenakan retribusi sebesar Rp 15 ribu per ekornya. Retribusi itu diperuntukkan untuk mengeluarkan surat keterangan kesehatan dan tanda pembelian, sehingga pembeli dari manapun tidak perlu khawatir akan asal usul Lembu yang dibeli," jelasnya.(ds/dicky saragi)
Komentar Anda

Berita Terkini