Remaja Pemburu Babi Hanyut Disungai Pangkalan Lunang Ditemukan, sudah jadi mayat!!!

/

/ Sabtu, 03 Agustus 2019 / 07.28 WIB
Teks foto : Jasad korban hanyut Mangaraden Nainggolan ketika dievakuasi ditemukan di sungai Ledong Pangkalan lunang.(ds/ist)

dailysatu.com - Mangaraden Nainggolan (18) si pemburu babi hutan pemuda asal Desa Bangun Baru, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, yang sebelumnya dikabarkan hilang terseret arus sungai akhirnya ditemukan di Sungai Pangkalan Lunang Kualuh Leidong Labura, dengan kondisi tak bernyawa, Kamis (01/8/2019).

Tim Gabungan dari BPBD Labura, Sat Pol Air Polres Labuhan Batu beserta personel Polsek Kualuh Leidong dibantu masyarakat menemukan jasad Mangaraden Nainggolan alias Raden tidak jauh dari lokasi awal kejadian.

Petugas dibantu warga menyisir dasar air di malam hari dengan menggunakan alat seadanya seperti senter, dayung dan perahu yang hasilnya menemukan jasad Raden di dalam air. Jasad korban langsung di bawa ke rumah duka di Sei Kepayang Kabupaten Asahan.

Kepala BPBD Labura Irwan mengatakan, orang yang dikabarkan hilang di Sungai Leidong Pangkalan Lunang itu telah ditemukan tadi pagi, Kamis (1/8) sekitar tengah satu malam dalam keadaan telah meninggal. Jasadnya ditemukan di dalam air, pencarian di lakukan bersama masyarakat, pihak kecamatan, Pol Air dan berbagai elemen.

Sebelumnya, korban dikabarkan terseret arus sungai saat mengejar buruannya bersama tiga temannya di Sungai Tangkahan Siloci Desa Pangkalan Lunang Kecamatan Kualuh Leidong Labura.

Awalnya korban bersama rekannya pergi berburu babi hutan ke Dusun Teluk Merbo Desa Pangkal Lunang, Selasa (30/9). Saat itu korban dan saksi melihat babi hutan berlari menuju sungai. Kemudian korban mengejar buruannya yang melompat ke sungai bersama buruannya yang juga melompat ke sungai.

Namun pada saat berenang, arus sungai pasang deras, dan korban tidak dapat menyeberang sungai, dan akhirnya hilang tenggelam di sungai itu. Bahkan rekan korban Antoni sempat hendak menolong korban namun tidak mampu melawan derasnya arus sungai tersebut.

Sementara tetangga korban, Tumbang mengatakan, korban bersama tiga rekannya yakni Rinto Sitinjak, Antoni Nababan, Ranto Nababan berangkat dari rumahnya masing masing untuk berburu.

“Ketiga rekan saya itu sudah biasa berburu, namun korban belum pernah karena baru tamat SMA. Untuk mengisi kegiatan sambil menunggu dapat pekerjaan, korban minta ikut,” tandasnya. (ds/Din Hsb)
Komentar Anda

Berita Terkini