Portal di Jalan Pelita Desa Ledong Barat Dikeluhkan

/

/ Senin, 05 Agustus 2019 / 15.28 WIB
Meresahkan pengguna jalan, badan jalan menyempit akibat didirikan portal di dekat rumah sekolah Al Falah Desa Ledong Barat.

dailysatu.com-Portal yang berada di Jalan Pelita Desa Ledong Barat yang jaraknya berkisar 40 meter dari Jalan Lintas Sumatera dinilai tidak ada gunanya.

Karena portal yang didirikan itu bukannya membatasi tonase truk yang melintas,tapi hanya mempersempit badan jalan saja ditambah saat ini kondisi jalan dan jembatan pun hancur.

Hal ini disampaikan salah seorang warga Desa Ledong Barat Ilham Ritonga kepada dailysatu.com, Senin 5 Agustus 2019.

"Boleh dilihat jalan yang menghubungkan Dusun 2 dan Dusun I Desa Ledong Barat menuju Desa Padang Sipirok Kecamatan Aek Ledong, ini sama sekali tidak tersentuh oleh pembangunan infrstruktur jalan, terbukti jalan rusak berlubang, jembatan rusak parah yang hanya di perbaiki dengan batang kelapa,"katanya.

Selanjutnya padatnya pemakai jalan dan banyaknya kendaraan bermotor yang melintas di jalan tersebut, semakin membuat pembangunan portal ini terkesan kurang pintar alias asal berdiri tanpa pertimbangan badan jalan.

Terlihat kondisi badan jalan dan jembatan, jalan pelita Dusun l & ll Desa Ledong Barat Hancur.


Apalagi kalau di pagi hari dan jam pulang anak sekolah Portal ini yang merasa dia paling bersalah portal didirikan tepat
nya di dekat sebelah depan sekolah Al Falah desa Ledong Barat.

"Andai dia bisa bicara dan berjalan, di pastikan Portal ini protes dan marah kenapa saya didirikan di sini,"sindirnya.

Di harapkan kepada unsur pemerintahan Kab Asahan berpikir cerdas menetapkan titik pembangunan ini, kalau kita melirik di Kabupaten sebelah (Labura_red) sungguh sedih hati ini, tetesan air mata pun jatuh bukan lagi ke pipi, tapi ke dalam hati.

"Sedih nasib rakyat di perbatasan Asahan - Labura yang minim sentuhan pembangunan nya, wahai Kepala Desa, Camat, Bupati dan para wakil rakyat, kelen tengok dulu kemari atau bebaskan kami untuk bergabung ke Kab.Labura kalau kalian tak bisa lagi peduli kepada kami warga di penghujung ibu kota kabupaten Asahan ini" ucap Ilham.

Pedas kami becakap biar kalian tahu, karena kalau lembut kami becakap tak pernah kalian dengar dan yang begini lah yang kalian mau kan. Semoga Pemkab Asahan tersadar akan hal ini dan kami butuh perhatian kalau tidak kami bakal keluar dari Kab.Asahan dan bergabung ke Kab.Labura, "kata Ilham. (ds/din hsb)





Komentar Anda

Berita Terkini