Pedagang warkop Elisabeth ngaku bayar sewa lapak hingga Rp.50 juta, Ilhamsyah : Usut aliran dananya, kemana dan untuk siapa....

/

/ Kamis, 01 Agustus 2019 / 16.20 WIB

dailysatu.com- Pasca Penggusuran terhadap pedagang warkop Elisabeth oleh tim Satpol PP, Kamis 1 Agustus 2019 berbuntut pengakuan dari sejumlah pedagang yang kesal dengan pembongkaran lapak mereka.

Sebab, dari pengakuan pedagang, lapak yang ditempati mereka itu dibanderol Rp.50 juta.

Bahkan, kepada wartawan salah seorang pedagang Ani Widuri Ulfan Nasution yang sehariannya berjualan nasi dan minuman itu mengaku satu minggu lalu Ani baru bayar sewa kios Rp 50 Juta untuk 2 tahun ke depan.

Kendati mereka pasrah namun tetap berharap kiranya Pemko Medan dapat memfasilitasi tempat kios berjualan ke depan. Sebab, hanya dari usaha dagang mereka bisa menghidupi ekonomi keluarga.

Sebelumnya, Ani mengaku sejak berjualan 10 tahun yang lalu harus membayar Rp 7 juta per bulannya kepada oknum tertentu. Sedangkan untuk pajak penghasilan membayar Rp 30 ribu per bulan. Pajak tersebut langsung dibayar ke kantor pajak setelah memiliki NPWP.

Untuk itu, Ani berharap uang Rp 50 juta dapat kembali. Sedangkan, keberadaan nasib pedagang supaya diperhatikan Pemko Medan. "Kami berharap ada lokasi lain tempat kami berjualan. Kalaupun pedagang harus direlokasi hendaknya ke tempat yang lebih baik," harap Ani.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Komisi IV Ilhamsyah DPRD Medan mengaku kaget dengan pengakuan sewa yang harus dibayar pedagang.

Dengan tegas, politisi Golkar itu mempertanyakan kemana aliran dana itu disetorkan pedagang.

"Itukan jelas keberadaan para pedagang menyalah, toh, kenapa pulak ada sewa menyewa lapak disana?, tanyanya heran.

Untuk itu, Ilhamsyah mendorong pedagang untuk melaporkan sewa menyewa lapak ini kepada DPRD Medan.

"Kalau perlu ke aparat penegak hukum, ini namanya melegalkan yang nyalah,"tegasnya.(ds/romisyah)
Komentar Anda

Berita Terkini